Bintan –
Semangat pantang menyerah diperlihatkan Tim Futsal RSJKO EHD (Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat Engku Haji Daud) saat menyingkirkan Tim Futsal Kecamatan Bintan Utara melalui drama adu penalti dengan skor 3-2 pada Turnamen Futsal Antar Instansi Pertamina Cup 2026 di Lapangan Futsal Rindika, Pasar Baru, Tanjung Uban, Sabtu (27/6/2026).
Laga berlangsung dalam tempo tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. RSJKO EHD FC tampil agresif dan mampu menutup babak pertama dengan keunggulan meyakinkan 3-1.
Namun, situasi berubah drastis pada babak kedua. Salah satu pemain RSJKO EHD harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah. Sesuai regulasi futsal, tim terpaksa bermain dengan empat pemain selama dua menit.
Keunggulan jumlah pemain berhasil dimanfaatkan Kecamatan Bintan Utara. Mereka terus menekan hingga mampu membalikkan keadaan dan berbalik unggul 5-4.
Saat banyak yang mengira pertandingan akan berakhir untuk kemenangan lawan, para pemain RSJKO EHD FC justru menunjukkan mental juara. Dengan semangat juang yang tinggi, mereka terus menggempur pertahanan lawan hingga akhirnya berhasil mencetak gol penyama kedudukan menjadi 5-5 sekitar dua menit sebelum laga usai.
Skor imbang memaksa pertandingan ditentukan melalui adu penalti.
Pada tiga penendang pertama, kedua tim sama-sama mencetak dua gol dan gagal sekali sehingga skor tetap imbang 2-2. Adu penalti kemudian berlanjut ke babak sudden death.
Momen penentuan akhirnya datang ketika penendang Kecamatan Bintan Utara gagal menjalankan tugasnya. Kesempatan itu dimanfaatkan dengan sempurna oleh Handyka Priau yang tampil tenang dan sukses menggetarkan gawang lawan, memastikan kemenangan dramatis RSJKO EHD FC sekaligus membawa timnya melaju ke babak berikutnya.
Pada laga selanjutnya, RSJKO EHD FC akan menghadapi KKG Bintan Utara yang sebelumnya berhasil menyingkirkan IPEX.
Mewakili tim, Jarnales mengaku menyayangkan kartu merah yang diterima rekan setimnya karena dinilai berdampak terhadap kekuatan tim, termasuk pada pertandingan berikutnya.
“Seharusnya diberikan peringatan terlebih dahulu, bukan langsung kartu kuning kedua. Kartu kuning pertama diterima akibat kesalahan dalam proses pergantian pemain,” ujarnya.
Meski demikian, ia tetap memberikan apresiasi kepada seluruh pemain yang telah berjuang hingga peluit akhir.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan yang telah berjuang luar biasa di lapangan. Tetap semangat, karena motto kita adalah Bersatu, Berjuang, dan Menang,” tutupnya.
Laporan : Sebastian

















