banner 728x250

Hari Marwah Kepri: Pemuda Jaga Warisan Sejarah

Refleksi 24 Tahun Perjuangan BP3KR, Saatnya Generasi Muda Mengisi Otonomi dengan Ekonomi Biru dan Literasi Sejarah Lokal

banner 120x600
banner 468x60

Oleh: Raja Ardiansyah, S.Pd., M.Pd.

PROVINSI Kepulauan Riau (Kepri) hari ini berdiri tegak sebagai daerah mandiri yang makmur dengan potensi maritim yang luar biasa. Namun, kenyamanan dan roda kemajuan yang dirasakan saat ini bukanlah hadiah cuma-cuma. Dua puluh empat tahun lalu, sebuah gerakan masif yang dimotori oleh Badan Pekerja Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR) berjuang tanpa lelah demi mengangkat harkat dan marwah masyarakat Bumi Segantang Lada.

banner 325x300

Perjuangan heroik tersebut melahirkan momentum bersejarah yang kini kita kenal sebagai Hari Marwah, yang diperingati setiap tanggal 15 Mei. Bagi generasi muda, sejarah ini bukan sekadar catatan usang di lembar buku masa lalu, melainkan warisan nilai luhur yang wajib dijaga, diresapi, dan diteruskan dalam tindakan nyata.

Pengorbanan, Air Mata, dan Harga Diri

Ketua Yayasan BP3KR, Dato’ Huzrin Hood, dalam berbagai kesempatan kerap mengingatkan bahwa Kepri lahir dari persatuan visi para tokoh masyarakat, budayawan, dan seluruh rakyat yang mendambakan keadilan pembangunan. Gerakan ini menguras air mata, tenaga, pikiran, hingga materi yang tak terhitung jumlahnya sejak awal pergerakan dimulai.

“Kepri adalah satu-satunya provinsi di Indonesia yang lahir dari murni perjuangan air mata dan aspirasi rakyatnya. Ini adalah benteng harga diri kita,” ujar Dato’ Huzrin Hood mengingatkan.

Peringatan Hari Marwah yang jatuh pada hari ini, Jumat 15 Mei 2026, ditegaskan bukan sekadar seremonial tahunan belaka. Hari Marwah adalah simbol harga diri dan martabat masyarakat Kepri yang menolak untuk dikesampingkan dalam pembangunan nasional.

Melalui inisiatif terbaru dalam penyusunan buku sejarah perjuangan Kepri, para pelaku sejarah ingin memastikan estafet ingatan ini tidak terputus. Generasi muda harus paham bahwa setiap jengkal wilayah maritim Kepri ditebus dengan semangat kebersamaan yang kokoh.

Tantangan Pemuda di Era Modern: Melawan Amnesia Sejarah

Jika dulu para tokoh BP3KR berjuang lewat jalur diplomasi dan politik di tingkat pusat, maka tugas pemuda hari ini adalah “berjuang melawan lupa”. Di era digital yang serba cepat, amnesia sejarah menjadi ancaman nyata yang bisa mencabut akar budaya daerah.

Visi besar Kepri tentang hilirisasi industri dan pengembangan ekonomi biru (blue economy) kini sepenuhnya berada di tangan Gen Z dan milenial. Namun, tanpa memahami esensi dan roh perjuangan BP3KR, kemajuan ekonomi tersebut dikhawatirkan akan kehilangan arah. Oleh karena itu, pemuda dituntut untuk menjadikan teknologi sebagai alat untuk memperkuat akar sejarah, bukan justru mengikisnya.

Peran Strategis GM-BP3KR: Mengisi Ruang Pembangunan

Seiring berjalannya waktu, Badan Penyelaras Pembangunan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR) yang berdiri sejak tahun 2008 di bawah kepemimpinan Basyaruddin Idris (Tok Oom) kini bertransformasi. Fokus organisasi telah bergeser; dari yang awalnya perjuangan politik pembentukan wilayah, kini menuju perjuangan pengisian pembangunan.

Melalui wadah Generasi Muda BP3KR Provinsi Kepulauan Riau (GM-BP3KR), relevansi organisasi ini mencakup dua poin strategis nasional:
1. Transformasi Perjuangan (Dari Membentuk Menjadi Mengisi): Jika generasi pendiri telah menyelesaikan tugas historis memekarkan Kepri, maka pemuda hari ini adalah pelaku utama pembangunan. GM-BP3KR hadir sebagai wadah bimbingan agar energi kritis pemuda tersalurkan ke sektor strategis, seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan industri maritim.
2. Agen Literasi Sejarah Lokal: Bergerak aktif melawan amnesia sejarah di kalangan pelajar dan mahasiswa. GM-BP3KR menjadi jembatan literasi yang melibatkan pemuda secara langsung dalam menyusun serta mendistribusikan buku sejarah daerah demi menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) yang kuat.

Rantai Estafet yang Tak Boleh Putus

Sebagai generasi penerus, masyarakat Kepri tidak boleh menjadi penikmat hasil yang buta terhadap pahit getirnya proses sejarah. Sejarah telah membuktikan bahwa sebuah bangsa menjadi besar bukan karena luas wilayahnya, melainkan karena marwahnya yang senantiasa terjaga dengan baik.

Mari hidupkan kembali semangat BP3KR dalam sanubari setiap anak muda. Momentum Hari Marwah ini menjadi bukti nyata bahwa pemuda Kepulauan Riau adalah generasi tangguh yang siap mengawal dan mengantar Negeri Segantang Lada menuju kejayaan hakiki yang berkedaulatan.

“SELAMAT HARI MARWAH KEPULAUAN RIAU!”

• Penulis adalah Staf ahli FKIP UMRAH

banner 325x300
error: Content is protected !!