banner 728x250

Gubernur NTT Terima Kunjungan Dua Tokoh Nasional, Dorong Penguatan Pendidikan Karakter Generasi Muda

banner 120x600
banner 468x60

Kupang –

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menerima kunjungan dua tokoh nasional di bidang kepemimpinan dan pendidikan, yakni Mayjen TNI (Purn) Suhartono Suratman dan Mayjen TNI (Purn) Zacky Anwar Makarim, di Ruang Rapat Gubernur NTT, Kamis (22/1/2026).

banner 325x300

Kunjungan tersebut dirangkaikan dengan dialog bersama para Kepala SMA dan SMK se-Kota Kupang, yang membahas penguatan pendidikan karakter, kecerdasan, serta kemandirian generasi muda sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia unggul di NTT.

Dalam pertemuan itu, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran serta kontribusi pemikiran dari kedua tokoh nasional tersebut.

Ia menilai pengalaman dan pandangan strategis yang dibagikan menjadi motivasi besar bagi dunia pendidikan di NTT dalam menyiapkan generasi muda yang berdaya saing, mandiri, dan berjiwa kepemimpinan.

“Pendidikan karakter, kecerdasan, dan kemandirian harus menjadi prioritas utama dalam membangun sumber daya manusia NTT yang unggul dan mampu berkontribusi bagi daerah serta bangsa,” ujar Gubernur Melki.

Dialog tersebut turut dihadiri Plh. Sekretaris Daerah Provinsi NTT Flori Wuisan serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Ambrosius Kodo. Diskusi berlangsung hangat dan produktif, dengan penekanan pada peran strategis sekolah dalam membentuk karakter peserta didik.

Mayjen TNI (Purn) Suhartono Suratman, yang juga mantan Kepala SMA Taruna Nusantara, menegaskan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter anak. Menurutnya, pendidikan moral harus dimulai dari rumah dan diperkuat oleh sekolah melalui sinergi yang kuat.

Sementara itu, Mayjen TNI (Purn) Zacky Anwar Makarim menekankan bahwa karakter dan kemandirian merupakan modal utama generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan.

Ia menilai siswa perlu dilatih untuk mandiri, berani mengambil keputusan, dan bertanggung jawab sejak dini.
Diskusi tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam membangun pendidikan yang kontekstual, sederhana, namun berdampak nyata bagi masa depan generasi muda NTT.

Editor : Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!