banner 728x250

Gubernur NTT Soroti Krisis SDM dan Pendidikan di Hadapan Wamen Pendidikan Tinggi: “Saatnya Kita Berbenah!”

banner 120x600
banner 468x60

Kupang, 30 September 2025 —

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena menghadiri Rapat Kerja Konsolidasi Pimpinan Perguruan Tinggi LLDIKTI Wilayah XV di Hotel Aston Kupang, Selasa (30/9), bersama Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. Acara strategis ini juga dihadiri oleh jajaran kementerian, Deputi Kemenko PMK, para Dirjen, Kepala LLDIKTI XV Prof. Adrianus Amheka, unsur Forkopimda NTT, para rektor, Ketua Sinode GMIT, serta Ketua Kadin NTT.

banner 325x300

Dalam sambutannya, Gubernur menyoroti tantangan besar yang tengah dihadapi Provinsi NTT, yakni angka stunting yang masih berada di angka 37%, kemiskinan ekstrem yang tinggi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang rendah, serta peringkat mutu pendidikan yang menempati posisi ke-35 dari 38 provinsi.

“Ini sangat ironis. Dulu NTT dikenal sebagai lumbung guru, banyak yang dikirim ke luar daerah. Tapi hari ini, kualitas pendidikan kita justru tertinggal. Ini sinyal keras agar kita semua berbenah secara serius,” tegas Gubernur.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa investasi terbesar bagi masa depan NTT bukanlah sumber daya alam, melainkan sumber daya manusia. Menurutnya, NTT memiliki potensi besar sebagai otak intelektual dan jantung penggerak pembangunan nasional, apabila seluruh pemangku kepentingan mampu bersinergi dalam membangun pendidikan tinggi yang berkualitas.

Wakil Menteri Prof. Dr. Fauzan turut memberikan arahan strategis kepada para pimpinan perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa kampus harus menjadi solusi atas persoalan masyarakat, bukan justru menjadi bagian dari masalah.

“Kesepakatan di atas kertas tidak akan cukup. Yang dibutuhkan adalah langkah nyata, visi jangka panjang lima sampai sepuluh tahun ke depan,” tegas Wamen.

Ia juga mengapresiasi pembentukan konsorsium riset antara perguruan tinggi dan Pemerintah Daerah NTT, yang dinilai sebagai best practice dan akan dijadikan contoh di tingkat nasional.

Sebagai penutup rangkaian acara, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia dengan Pemerintah Provinsi NTT. Langkah ini diharapkan menjadi awal yang konkret dalam memperkuat sinergi kelembagaan demi peningkatan kualitas pendidikan tinggi di NTT.

“Dengan kolaborasi yang kuat, kita bisa mencetak SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045. Masa depan NTT ada di tangan generasi mudanya,” pungkas Gubernur.

Editor : Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!