banner 728x250

Gubernur NTT Siapkan Pergub Penguatan Pendidikan Karakter

Rumah, Sekolah, dan Komunitas Harus Bersatu Bentuk Karakter Anak

banner 120x600
banner 468x60

Kupang –

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tengah menyiapkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang penguatan pendidikan karakter yang menempatkan rumah, sekolah, dan komunitas sebagai satu kesatuan dalam membentuk generasi muda.

banner 325x300

Kebijakan ini diarahkan untuk membangun sumber daya manusia NTT secara utuh, tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara karakter dan moral.

Hal tersebut disampaikan Gubernur NTT Melki Laka Lena saat menghadiri Syukuran Pesta Pelindung SDK Don Bosco di Gereja St. Maria Assumpta, Kota Kupang, Sabtu (31/1/2026).

“Pendidikan akan kehilangan arah jika tidak dibangun di atas karakter. Kepandaian tanpa karakter itu rapuh. Karena itu, kebijakan pendidikan kita ke depan tidak hanya mengejar nilai dan prestasi, tetapi membentuk akal yang cerdas, hati yang baik, dan karakter yang kuat,” tegas Gubernur Melki.

Menurutnya, penguatan pendidikan karakter perlu dimulai dari lingkungan terdekat anak, yakni keluarga, kemudian diperkuat di sekolah dan komunitas. Ketiga unsur tersebut harus berjalan seiring dan saling mendukung agar proses pembentukan karakter berlangsung secara konsisten dan berkelanjutan.

Gubernur Melki menilai nilai-nilai pendidikan yang diajarkan Santo Yohanes Bosco relevan untuk dijadikan rujukan dalam penguatan pendidikan karakter di NTT. Don Bosco, kata dia, mengajarkan pendidikan yang dibangun melalui cinta, kesabaran, dan pendampingan, bukan kekerasan.

“Anak-anak harus merasa aman, dicintai, dan dihargai. Konsep oratorium—belajar, bermain, berdoa, dan bertumbuh dalam ruang yang aman—sangat relevan untuk terus dikembangkan di sekolah-sekolah kita,” ujarnya.

Selain pendidikan karakter, Gubernur Melki juga menekankan pentingnya penguatan literasi dan numerasi dasar. Literasi, menurutnya, tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, dan numerasi tidak semata-mata soal berhitung, tetapi membentuk cara berpikir kritis, bertindak benar, dan mengambil keputusan secara bijak.

Ia juga menyoroti tantangan perkembangan teknologi yang harus diimbangi dengan penguatan nilai-nilai dasar pendidikan agar anak-anak mampu beradaptasi tanpa kehilangan karakter.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki mendorong penerapan semangat One Community One Product hingga ke satuan pendidikan. Setiap sekolah, kata dia, dapat memiliki produk unggulan sebagai bagian dari pembentukan karakter, literasi, kreativitas, dan kemandirian peserta didik.

Gubernur Melki menutup sambutannya dengan menyampaikan ucapan selamat Pesta Pelindung Santo Yohanes Bosco, seraya berharap nilai-nilai keteladanan Don Bosco terus menginspirasi dunia pendidikan dan masa depan Nusa Tenggara Timur.

 

Editor : Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!