banner 728x250

Gubernur NTT: “Satu Tahun Kepemimpinan adalah Perjuangan”

banner 120x600
banner 468x60

Kupang, 23 Februari 2026

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa satu tahun masa kepemimpinannya merupakan sebuah perjuangan dalam meletakkan fondasi pembangunan yang terarah dan terukur di Provinsi NTT.

banner 325x300

“Kalau ditanya satu kata untuk satu tahun ini, saya jawab: perjuangan,” tegas Gubernur Melki dalam wawancara eksklusif podcast bertajuk Satu Tahun Kepemimpinan Gubernur NTT: Capaian, Tantangan, dan Arah Pembangunan ke Depan di Ruang Podcast Victory Talk, Kantor Victory News, Kupang, Senin (23/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur memaparkan sejumlah capaian strategis. Di antaranya peluncuran perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi 100 ribu pekerja rentan dari keluarga miskin dan miskin ekstrem melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Di sektor pertanian, ia menyebut adanya peningkatan produksi sebesar 1 juta ton gabah kering yang berdampak pada kenaikan produksi beras di NTT. Atas capaian tersebut, NTT meraih Penghargaan Swasembada Pangan Nasional (PIN) 2025 dari Kementerian Pertanian RI.

Pada aspek tata kelola pemerintahan, Gubernur menekankan pentingnya peran birokrasi dalam menjalankan 10 Program Dasa Cita. Ia menegaskan seluruh program dan anggaran harus terukur melalui sistem cascading guna memastikan disiplin dan kinerja ASN berdampak langsung pada pelayanan publik.

Untuk mempercepat pembangunan, Pemerintah Provinsi NTT akan membentuk lima tim percepatan yang berfokus pada optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), penanggulangan kemiskinan, pengembangan ekonomi kerakyatan, optimalisasi Dasa Cita, serta penguatan komunikasi pemerintah.

Di bidang ekonomi, Gubernur memastikan keberlanjutan program One Village One Product (OVOP) dan NTT Mart sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi lokal. Skema permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) disertai pendampingan dan literasi keuangan menjadi instrumen penggerak wirausaha daerah.

Pemerintah juga menargetkan PAD sebesar Rp2,8 triliun melalui optimalisasi aset dan pembenahan BUMD, termasuk mendorong Kawasan Industri Bolok agar mulai memberikan kontribusi keuntungan pada tahun mendatang.

Terkait penanggulangan kemiskinan, Gubernur mengakui masih adanya potensi bias data bantuan sosial. Karena itu, Pemprov NTT telah membentuk tim khusus untuk melakukan pembersihan dan validasi data agar intervensi tepat sasaran.

Di sektor kesehatan, Gubernur menyoroti penanganan rabies yang harus dilakukan secara tegas dan rasional, dengan prioritas keselamatan manusia melalui vaksinasi massal, sterilisasi, pendataan populasi, pengawasan pergerakan hewan, serta langkah pembatasan terukur pada wilayah terindikasi.

Percepatan penurunan stunting juga menjadi perhatian utama, dengan pendekatan berbasis keluarga melalui edukasi kesehatan sejak remaja serta penguatan perencanaan keluarga sebagai fondasi pembangunan manusia.

Dalam bidang pendidikan, Gubernur menegaskan sistem pendidikan harus memerdekakan namun tetap disiplin dalam menjaga standar mutu, disertai peningkatan kualitas guru, sarana prasarana, serta evaluasi yang objektif.

Sementara itu, terkait persiapan NTT bersama NTB sebagai tuan rumah PON XXII Tahun 2028, Pemerintah Provinsi menargetkan 37 medali emas serta menyiapkan anggaran sekitar Rp250 miliar untuk mendukung kesiapan sarana dan prasarana olahraga. PON diharapkan tidak hanya sukses prestasi, tetapi juga sukses penyelenggaraan, administrasi, pariwisata, dan ekonomi.

Menutup wawancara, Gubernur Melki mengajak masyarakat untuk terus memberikan kritik yang konstruktif serta memperkuat semangat gotong royong dalam membangun NTT.

“Dengan semangat kebersamaan, saya optimistis NTT mampu mencapai target pembangunan yang telah kita tetapkan,” pungkasnya.

Penulis: Fara Therik
Foto: Dio Ceunfin

Editor: Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!