banner 728x250

Gubernur NTT Respons Cepat Tangani Sedimen di Lakekun Barat, Warga Apresiasi Langkah Proaktif Selamatkan Lahan Pertanian

banner 120x600
banner 468x60

Malaka, 30 April 2026 —

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTT bergerak cepat menangani endapan sedimen banjir yang menutup saluran irigasi di Desa Lakekun dan Lakekun Barat, Kabupaten Malaka, Kamis (30/4/2026).

banner 325x300

Langkah cepat ini merupakan tindak lanjut atas kondisi darurat yang sebelumnya mengancam ratusan hektare lahan pertanian warga akibat tersumbatnya saluran sekunder Daerah Irigasi (DI) Malaka oleh material lumpur dari luapan Kali Loo, Kali Solo, dan Kali Serin.

Selain pembersihan saluran irigasi, pemerintah juga merencanakan normalisasi alur sungai guna memperlancar aliran air, khususnya menghadapi musim penghujan.

Kepala Desa Lakekun Barat, Hendrikus Seran, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, serta Dinas PUPR Provinsi NTT yang dinilai sangat responsif dan proaktif dalam menjawab keluhan masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih karena Gubernur melalui dinas langsung turun tangan mengeruk sedimen yang menutup saluran. Ini sangat membantu petani yang sementara berproduksi agar tidak mengalami gagal panen,” ujarnya.

Sebelumnya, pada 27 April 2026, kondisi di wilayah Lakekun dan Lakekun Barat sempat memicu kekhawatiran serius. Sedimen yang terbawa banjir menutup total saluran sekunder di sejumlah titik, khususnya pada jalur BLK 4 hingga BLK 7 dengan total panjang terdampak mencapai lebih dari 1,9 kilometer.

Akibatnya, sekitar 420 hektare sawah di Lakekun Barat dan 680 hektare di wilayah Lakekun terancam tidak dapat dialiri air secara optimal, sehingga berpotensi gagal panen jika tidak segera ditangani.

Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur NTT melalui Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT, Benny Nahak, memastikan pihaknya telah mengerahkan tim teknis ke lokasi.

“Hari ini staf kami sudah turun langsung melakukan penanganan. Hadir di lokasi Kabid SDA Provinsi Frumensius Paju, Kepala Seksi Pelaksanaan Pembangunan Thomas Saga, serta PPK TPOP Jaringan Irigasi Wilayah Timor I Charles Leda, bersama petugas pintu air DI Malaka,” jelasnya.

Respons cepat ini dinilai sebagai bentuk komitmen Pemerintah Provinsi NTT dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian, khususnya di Kabupaten Malaka yang sangat bergantung pada sistem irigasi.

Langkah kolaboratif juga terus didorong, termasuk bersama Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, guna memastikan penanganan tidak hanya bersifat darurat tetapi juga berkelanjutan.

Masyarakat berharap, selain pengerukan sedimen, pemerintah juga segera melakukan normalisasi menyeluruh pada Kali Loo, Kali Solo, dan Kali Serin agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.

Dengan intervensi cepat dan terkoordinasi ini, ancaman gagal panen yang sempat membayangi ribuan petani di DI Malaka kini mulai dapat diantisipasi.

Editor: Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!