Labuan Bajo —
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena meminta seluruh warga serta pelaku usaha pariwisata di Labuan Bajo untuk mematuhi kebijakan penutupan sementara aktivitas pelayaran di wilayah Kabupaten Manggarai Barat. Kebijakan tersebut dinilai penting guna mendukung kelancaran proses pencarian korban kapal wisata yang tenggelam di perairan Labuan Bajo.
“Lebih daripada urusan cuaca, kita mengikuti imbauan pemerintah pusat agar dalam rangka ini kita juga berempati terhadap para korban,” ujar Melki Laka Lena saat memberikan keterangan kepada awak media di Labuan Bajo, Rabu (31/12/2025).
Penegasan tersebut disampaikan menyusul insiden tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Manggarai Barat, pada Jumat (26/12/2025). Peristiwa itu hingga kini masih dalam proses penanganan oleh tim SAR gabungan.
Gubernur Melki menekankan bahwa kepatuhan masyarakat terhadap penutupan pelayaran tidak hanya berkaitan dengan faktor keselamatan akibat potensi cuaca ekstrem, tetapi juga sebagai bentuk dukungan moral dan kemanusiaan terhadap upaya pencarian dan evakuasi korban.
Sementara itu, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo sebelumnya telah menetapkan penutupan sementara seluruh aktivitas pelayaran kapal wisata maupun kapal lainnya sejak Senin (29/12/2025). Kebijakan tersebut diberlakukan untuk mengantisipasi cuaca ekstrem sekaligus memberikan ruang yang aman bagi operasi pencarian dan pertolongan.
Pemerintah Provinsi NTT mengimbau seluruh pihak untuk bersikap kooperatif dan tidak memaksakan aktivitas pelayaran hingga kondisi dinyatakan aman serta operasi SAR dinyatakan selesai.
Editor : Boni Atolan

















