Sabtu, 18 Oktober 2025,
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena melakukan pertemuan hangat dengan warga diaspora NTT yang bermukim di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Dalam dialog ini, gubernur menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk melindungi hak tenaga kerja asal NTT serta memperkuat konektivitas antara NTT dan Papua.
Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan bahwa pemerintah akan segera melakukan pendataan resmi terhadap tenaga kerja asal NTT yang hendak bekerja di Papua, guna memastikan identitas dan tujuan kerja mereka jelas. Setibanya di Papua, para pekerja diharapkan melapor ke Ikatan Keluarga Flobamora (IKF) sebagai lembaga koordinasi, perlindungan, dan pendampingan warga diaspora.
Selain itu, gubernur menanggapi serius isu pekerja di bawah umur yang masih ditemukan di lapangan. Pemerintah akan melakukan koordinasi lintas instansi untuk menegakkan perlindungan hak dan keselamatan anak-anak asal NTT.
Dalam pertemuan tersebut, warga diaspora juga mengusulkan pengaktifan kembali rute kapal Pelni dari NTT ke Papua. Gubernur Melki Laka Lena menyambut baik usulan ini dan menyampaikan bahwa pemerintah telah berdiskusi dengan Direktur Pelni dan Dirjen Perhubungan Laut. Pemerintah provinsi akan terus mengawal agar konektivitas laut antara NTT dan Papua dapat berjalan lancar, mendukung mobilitas masyarakat serta memperkuat hubungan sosial dan ekonomi antar wilayah timur Indonesia.
Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian warga diaspora merupakan energi penting dalam membangun NTT yang maju dan sejahtera, di mana pun warganya berada.
Editor : Boni Atolan

















