Kupang, 1 Oktober 2025 —
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melkiades Laka Lena, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan Gereja dalam transformasi pendidikan demi menyiapkan generasi muda menyongsong Indonesia Emas 2045. Hal ini disampaikan saat membawakan materi dalam Musyawarah Pastoral Keuskupan Agung Kupang yang digelar di Hotel Sahid T-More, Rabu (1/10).
Mengusung tema “Umat Allah Keuskupan Agung Kupang Berjalan Bersama Menuju Indonesia Emas Melalui Transformasi Pendidikan”, kegiatan tersebut dihadiri Uskup Agung Kupang Mgr. Hironimus Pakaenoni, para pastor, tokoh gereja, serta tamu undangan lainnya.
Dalam pemaparannya, Gubernur Melki Laka Lena menekankan peran strategis Gereja Katolik dalam memperkuat nilai-nilai Pancasila, membangun karakter generasi muda, serta mendorong pendidikan yang merata dan berkualitas di seluruh wilayah NTT.
“Transformasi pendidikan adalah kunci memutus rantai kemiskinan. Mari kita bergerak bersama—pemerintah, Gereja, dan masyarakat—agar anak-anak NTT siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Gubernur Melki.
Ia juga mengingatkan kembali pengalaman saat menjadi fasilitator dalam Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia tahun 2005, yang mempertegas kembali Pancasila sebagai dasar negara dan menginspirasi lahirnya lagu Pancasila Rumah Kita. Menurutnya, kontribusi Gereja dalam merawat kebangsaan sudah terbukti sejak lama dan tetap relevan hingga saat ini.
Gubernur Melki turut menyinggung berbagai program prioritas yang tengah digalakkan di NTT dalam sinergi dengan agenda nasional Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, di antaranya:
Program makan bergizi gratis untuk anak-anak sekolah
Sekolah Rakyat Olahraga
Program rumah layak huni
Inisiatif One Village One Product dan NTT Mart untuk mengangkat produk lokal
Ia juga menyoroti pentingnya Gereja menjadi mitra aktif pemerintah dalam mengajukan dan menjalankan program sosial, termasuk meningkatkan kepedulian terhadap tingginya angka kekerasan terhadap perempuan di NTT.
“Melalui tujuh pilar pembangunan, kami terus mendorong visi NTT yang Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan,” tambahnya.
Musyawarah Pastoral ini menjadi momentum untuk mempererat sinergi antara pemerintah dan Gereja dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing di kancah nasional maupun global.
Editor ; Boni Atolan

















