banner 728x250

Gubernur NTT Luncurkan Sei Babi Kikikaka di Bolok, Dorong Hilirisasi Peternakan Desa

banner 120x600
banner 468x60

Kabupaten Kupang –

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, meluncurkan produk Sei Babi “Kikikaka” di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Jumat (27/2/2026).

banner 325x300

Peluncuran ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi NTT dalam mendorong kemandirian ekonomi desa berbasis potensi lokal melalui hilirisasi sektor peternakan.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa penguatan budidaya babi dan pengolahan sei merupakan langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah produk peternakan.

Ia mendorong masyarakat desa agar tidak hanya menjual ternak dalam bentuk bahan mentah, tetapi mampu mengolah, mengemas, dan memasarkan produk dengan identitas lokal yang kuat.

“Kita ingin desa naik kelas. Jangan berhenti di produksi bahan mentah. Harus ada proses hilirisasi, ada kemasan yang baik, ada manajemen profesional, dan ada akses pasar yang luas,” tegasnya.

Gubernur juga menekankan peran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mendampingi desa binaan. Setiap OPD, menurutnya, memiliki tanggung jawab memastikan minimal satu produk unggulan desa dapat dikelola secara profesional dan berdaya saing di pasar.

Menurutnya, peluncuran Kikikaka menjadi contoh konkret desa yang berhasil mengembangkan produk berbasis potensi lokal secara terencana dan berkelanjutan. Warna merah pada kemasan produk tersebut, lanjutnya, merepresentasikan semangat perubahan dan keberanian masyarakat desa bersama Pemprov NTT dalam menggerakkan ekonomi rakyat.

Inisiatif ini, kata Gubernur, sejalan dengan visi pembangunan daerah melalui semangat “Dari Ladang dan Laut ke Pasar” dalam gerakan Dasa Cita Ayo Bangun NTT. Fokusnya adalah modernisasi sektor pertanian dan peternakan, peningkatan efisiensi, penciptaan nilai tambah, serta perluasan akses pasar.

Ia berharap kehadiran Sei Babi Kikikaka mampu membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat Desa Bolok dan sekitarnya.

“Ini bukan sekadar peluncuran produk, tetapi simbol keberanian mengambil langkah baru dan memperkuat kolaborasi untuk menjadikan hilirisasi sebagai jalan menuju kemandirian ekonomi NTT,” pungkasnya.

 

Editor : Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!