banner 728x250

Gubernur NTT Dorong Museum Jadi Ruang Belajar Hidup bagi Generasi Muda

banner 120x600
banner 468x60

Kupang, Rabu (21/1/2026) —

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena menegaskan pentingnya Museum Daerah NTT sebagai ruang edukasi sejarah dan budaya yang hidup bagi generasi muda. Hal ini disampaikannya saat melakukan kunjungan ke Museum Daerah NTT, Rabu (21/1/2026).

banner 325x300

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Melki mengapresiasi berbagai pembenahan yang telah dilakukan, mulai dari penataan koleksi yang lebih rapi, penambahan jenis koleksi, hingga langkah digitalisasi yang memungkinkan pengunjung mengakses informasi secara visual.

Menurutnya, hal ini menunjukkan kemajuan positif dalam pengelolaan museum sebagai pusat literasi budaya.

“Museum kita sekarang jauh lebih baik dibandingkan dulu. Ini langkah maju yang patut diapresiasi, meski tentu masih ada ruang perbaikan, terutama dalam penyajian data dan informasi agar semakin informatif dan menarik bagi masyarakat,” ujar Gubernur Melki.

Gubernur menekankan bahwa Museum Daerah NTT memiliki peran strategis dalam merekam dan menceritakan perjalanan panjang sejarah NTT dari berbagai suku dan wilayah.

Museum, lanjutnya, menjadi tempat yang tepat bagi anak-anak untuk mengenal NTT secara utuh, mulai dari budaya bahari, pertanian, etnografi, hingga tenun dan kain tradisional sebagai identitas daerah.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Melki juga memberi perhatian khusus pada koleksi tulang paus biru yang diperoleh pada tahun 1972. Ia menyebut paus biru sebagai daya tarik pariwisata kelas dunia, mengingat perairan sekitar Lembata merupakan jalur migrasi paus biru dari Australia menuju Samudra Pasifik yang setiap tahun dilalui ribuan ekor paus.

“Potensi pariwisata bahari ini sangat besar dan harus dikelola secara bijak dan berkelanjutan,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Gubernur Melki meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT untuk mendorong sekolah-sekolah, mulai dari tingkat SD hingga SMA, menjadikan museum sebagai salah satu tujuan pembelajaran.

Ia berharap museum tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi berkembang sebagai ruang belajar yang aktif dan inspiratif, sehingga generasi muda NTT dapat mengenal sejarah, budaya, dan jati diri daerahnya sejak dini.

Editor : Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!