banner 728x250

Gema ‘Ewako’ di Nagoya Hill: Saat Nyanyang Haris dan Keluarga Sulsel Rajut Kebersamaan di Batam

Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura hadiri buka puasa BPW KKSS, tebar 100 paket sembako sekaligus puji tingginya indeks kerukunan umat beragama di Kepulauan Riau

banner 120x600
banner 468x60

BATAM, Radar Perbatasan.com – Suasana hangat menyelimuti Ballroom Hotel Nagoya Hill, Kota Batam, pada Sabtu 7 Maret 2026. Pekikan khas masyarakat Sulawesi Selatan, “Ewako!”, menggema saat Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menyapa ratusan keluarga besar Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Provinsi Kepri.

Kehadiran orang nomor dua di Kepri ini bukan sekadar protokoler. Nyanyang, yang hadir didampingi Ketua BKOW Kepri, Nenny Dwiyana, menjadikan ajang buka puasa bersama ini sebagai momentum memperkuat “perekat” sosial di tengah masyarakat perantauan.

banner 325x300

Spirit Ramadan dan Energi Pembangunan

Dalam sambutannya, Nyanyang menekankan bahwa Ramadan bukan hanya ritual menahan lapar, melainkan mesin penggerak energi spiritual untuk membangun daerah. Baginya, KKSS adalah salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas Kepri sebagai provinsi perbatasan yang strategis.

“Momentum seperti ini harus kita jadikan sarana mempererat silaturahmi. Dengan kebersamaan, kita bisa bersama-sama berkontribusi bagi kemajuan Kepulauan Riau,” ujar Nyanyang dengan nada optimis.

Dia juga menggarisbawahi pentingnya aksi nyata di bulan suci. Hal itu dibuktikan dengan pembagian 100 paket sembako secara simbolis kepada para janda dan fakir miskin dari berbagai kecamatan di Batam.

“Berbagi sembako bukan hanya soal meringankan beban, tapi soal menumbuhkan solidaritas. Inilah wajah asli masyarakat kita,” tambahnya.

Kepri: Juara Kerukunan, Batam: Lokomotif Ekonomi

Ada catatan menarik yang disampaikan Nyanyang dalam pertemuan tersebut. Dia memamerkan rapor hijau Provinsi Kepri dalam hal toleransi. Pada tahun 2025, Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Kepri mencapai angka impresif: 83,68 poin, jauh di atas rata-rata nasional.

Nyanyang memuji Kota Batam sebagai contoh nyata di mana mesin industri dan nilai religius bisa berjalan beriringan tanpa saling sikut.

“Batam membuktikan modernisasi industri bisa selaras dengan kehidupan yang religius. Ini adalah kekuatan besar kita,” tegasnya.

Apresiasi dari Keluarga Sulsel

Ketua BPW KKSS Kepri, Ady Indra Pawennari, menyambut hangat apresiasi pemerintah. Dia berharap tradisi berbagi dan berkumpul ini tidak berhenti di sini, namun menjadi agenda rutin tahunan yang semakin besar manfaatnya.

Hadir pula dalam acara tersebut Asisten II Setdako Batam, Heriman, jajaran Tim Percepatan Pembangunan, serta para kepala OPD Kepri, yang menambah kekhidmatan acara hingga waktu berbuka tiba.

Acara ditutup dengan doa bersama, mempertegas pesan utama malam itu: Bahwa di tanah rantau, kerukunan adalah modal utama untuk menjaga rumah bersama bernama Kepulauan Riau.

Editor: Budi Adriansyah
Penulis: Fik

banner 325x300
error: Content is protected !!