TANJUNGPINANG, Radar Perbatasan.com – Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) resmi memasuki babak baru. Bertempat di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, pada Jumat 17 April 2026, dilaksanakan Pengukuhan Serentak Pengurus YKI Cabang se-Kepri untuk masa bakti 2026-2031.
Acara yang digelar secara hybrid (luring dan daring) ini bukan sekadar seremoni. Momentum ini merupakan instruksi langsung dari Pengurus Pusat YKI dalam memperingati HUT YKI ke-49, sekaligus langkah strategis memperkuat struktur organisasi demi menekan angka kanker di Bumi Segantang Lada.
Komitmen Segar dari Bintan
Salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah Hafizha Rahmadani Putri, Ketua YKI Bintan yang baru saja dilantik. Dengan energi positif, Hafizha menegaskan bahwa amanah ini akan dijawab dengan kerja nyata, bukan sekadar kata-kata.
“Ini amanah besar. Fokus kami adalah bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat Bintan tentang bahaya kanker. Kami ingin masyarakat lebih peduli dan paham pentingnya deteksi dini,” ungkap Hafizha dengan optimis.
Kolaborasi Jadi Kunci
Hafizha menyadari bahwa melawan kanker tidak bisa dilakukan sendirian. Dia pun sudah menyiapkan strategi kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat jangkauan programnya.
Beberapa poin utama yang akan digeber oleh YKI Bintan di bawah kepemimpinannya meliputi:
* Sinergi Kuat: Menggandeng Pemerintah Daerah, tenaga medis, hingga relawan komunitas.
* Edukasi Masif: Sosialisasi bahaya kanker yang menyasar langsung ke akar rumput.
* Aksi Nyata: Pemeriksaan kesehatan rutin dan pendampingan berkelanjutan bagi para penyintas.
“Kami ingin YKI Bintan hadir lebih dekat. Bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi benar-benar ada pendampingan bagi penyintas dan aksi nyata di lapangan,” tambahnya.
Harapan Baru Kesehatan Kepri
Dengan pengukuhan serentak ini, YKI Kepri berharap seluruh cabang di kabupaten/kota dapat bergerak lebih lincah dan inovatif. Semangat kolaborasi yang dibawa para pengurus baru diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara signifikan dan menurunkan angka kasus kanker melalui pencegahan sejak dini.
Editor: Budi Adriansyah

















