MALAKA –
Dua Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan kunjungan kerja ke SMAN Wederok, salah satu SMA unggulan di wilayah perbatasan RI–RDTL, guna melihat langsung kondisi sarana prasarana dan tantangan pendidikan yang dihadapi sekolah tersebut.
Kunjungan ini menegaskan komitmen DPRD NTT agar sekolah-sekolah di wilayah perbatasan mendapat perhatian dan prioritas yang sama seperti sekolah lainnya di NTT, terlebih SMAN Wederok berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Benanai yang rawan banjir dan berdampak langsung pada proses belajar mengajar.
Dua Wakil Ketua Komisi V yang hadir yakni Agustinus Nahak dari Fraksi Partai Golkar dan Winston Rondo dari Fraksi Partai Demokrat. Kehadiran keduanya disambut secara adat melalui prosesi Wesei Wehali “Hase Hawaka” yang dibawakan para siswa, disertai Tarian Bidu Elele khas Malaka.
Dalam dialog yang dipimpin Koordinator Pengawas (Korwas) Kabupaten, Yulius, dan dihadiri pengurus komite sekolah, para guru serta pengurus OSIS, sejumlah persoalan strategis disampaikan.
Pihak sekolah mengungkapkan bahwa lokasi sekolah yang berada di DAS Benanai kerap terdampak banjir. Air bah yang datang membawa lumpur dan menyebabkan genangan di area sekolah sehingga mengganggu aktivitas belajar mengajar.
Selain itu, kebutuhan sarana dan prasarana menjadi perhatian utama, antara lain pembangunan ruang laboratorium Bahasa Inggris serta pengadaan komputer untuk mendukung pelaksanaan ujian berbasis online. Rehabilitasi ruang perpustakaan dan pengadaan buku juga mendesak dilakukan, mengingat fasilitas tersebut mengalami kerusakan akibat Badai Seroja tahun 2021.
Dari sisi tenaga pendidik, SMAN Wederok saat ini memiliki 35 guru, terdiri dari 5 guru berstatus PNS, sementara sisanya merupakan PPPK dan PPPK paruh waktu. Para guru menyampaikan keluhan terkait standar penggajian yang dinilai belum layak serta minimnya program peningkatan mutu dan pengembangan kompetensi guru.
Usai dialog, kedua Wakil Ketua Komisi V meninjau langsung kondisi lingkungan sekolah. Di lapangan masih ditemukan genangan air serta fasilitas WC yang rusak parah dan membutuhkan perbaikan segera.
Menanggapi kondisi tersebut, Agustinus Nahak yang juga merupakan putra daerah Malaka meminta pihak sekolah segera menyiapkan proposal perbaikan.
“Saya minta Ibu Kepala Sekolah segera buat proposal untuk perbaikan WC. Ini fasilitas umum yang harus selalu siap pakai. Dalam situasi rawan banjir seperti ini, risiko penyakit seperti diare harus diantisipasi,” tegasnya.
Sementara itu, Winston Rondo menekankan bahwa pendidikan di wilayah perbatasan harus diperlakukan setara dengan sekolah lain di NTT.
“SMA Wederok adalah beranda depan Indonesia di bidang pendidikan. Tidak boleh kalah dengan negara tetangga RDTL,” ujarnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN Wederok, Agustina Bano, mengapresiasi kunjungan langsung dua pimpinan Komisi V tersebut. Ia berharap perhatian yang diberikan dapat membawa perubahan nyata bagi sekolah.
“Saya tidak menyangka dua Wakil Ketua Komisi V datang langsung melihat kondisi kami. Semoga kunjungan ini membawa semangat baru dan memotivasi guru untuk terus mendidik para siswa dengan lebih baik,” ungkapnya.
Editor : Boni Atolan

















