Betun, Jumat (31/10/2025) —
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malaka melalui Kepala Bidang Persampahan, Yan Tae Seran ST , menyampaikan bahwa penanganan sampah di Kota Betun saat ini telah mencapai 85 persen. Kondisi lingkungan kota dinilai semakin bersih dan tertata berkat kerja keras petugas kebersihan serta dukungan masyarakat.
Yan Tae Seran menjelaskan, ke depan pihaknya akan lebih proaktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar ikut berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia menegaskan, upaya penanganan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi langsung dari warga, terutama dari rumah tangga sebagai penghasil sampah utama.
“Kami berharap masyarakat tidak hanya disiplin membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga menjadi pelanggan pengelolaan sampah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujarnya di Betun, Jumat (31/10/2025).
Saat ini, DLH Malaka telah memiliki armada yang memadai untuk mendukung operasional kebersihan di Kota Betun. Armada tersebut terdiri dari 4 unit mobil pengangkut sampah, 2 unit sepeda motor tiga roda, serta didukung oleh 125 personel Satgas Kebersihan yang terbagi dalam beberapa tugas, seperti pengangkutan sampah, pembersihan got, dan pemangkasan dahan pohon.
Dalam upaya menjaga keberlanjutan program kebersihan, DLH juga bekerja sama dengan Pemerintah Desa Wehali melalui BUMDes Wehali. Kerja sama ini difokuskan pada pengelolaan sampah di Pasar Beiabuk–Betun, di mana petugas BUMDes menangani pengumpulan sampah di pasar, sementara pemerintah kabupaten melakukan pengangkutan ke tempat pembuangan akhir. Retribusi sampah dari pasar tersebut selanjutnya masuk ke kas BUMDes sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi desa.
Yan Tae Seran menekankan, keberhasilan penanganan sampah di Betun sangat bergantung pada kesadaran dan keterlibatan seluruh keluarga. Karena keterbatasan anggaran, ia mengimbau warga agar menyiapkan wadah sampah sederhana seperti karung atau plastik di rumah masing-masing untuk memudahkan petugas dalam melakukan pengangkutan.
“Kebersihan kota tidak bisa hanya diserahkan kepada petugas. Kita semua, dari rumah tangga hingga pelaku usaha, harus ikut bergerak agar Betun menjadi kota yang indah, nyaman, dan sehat,” tuturnya.
DLH Malaka berharap masyarakat terus mendukung gerakan “Perang Melawan Sampah”, dengan disiplin membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah dari sumbernya, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, Kota Betun diyakini dapat menjadi contoh kota kecil yang bersih dan berwawasan lingkungan di wilayah selatan Nusa Tenggara Timur.
Editor : Boni Atolan

















