Radar Perbatasan, Tanjungpinang – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) Provinsi Kepulauan Riau meluncurkan layanan pengaduan berbasis digital untuk masyarakat yang ingin melaporkan kerusakan jalan dan jembatan. Aplikasi bernama SIJANTAN (Sistem Informasi Jalan dan Jembatan Provinsi Kepulauan Riau) ini dikembangkan untuk menjawab kebutuhan layanan publik yang cepat dan transparan di daerah berciri kepulauan.
“Tujuan utama SIJANTAN adalah memudahkan masyarakat dalam melaporkan kerusakan jalan dan jembatan sekaligus mempercepat respon dari pemerintah daerah,” ujar Kepala Dinas PUPP Kepri, Rodi Yantari, di Tanjungpinang, pada Rabu, 29 Oktober 2025.
Rodi menjelaskan, aplikasi ini dirancang sebagai sarana komunikasi dua arah antara masyarakat dan pemerintah. Setiap laporan yang masuk akan diterima dan diverifikasi oleh petugas, kemudian ditindaklanjuti melalui sistem pelaporan yang diperbarui secara berkala.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap laporan tidak hanya diterima, tapi juga direspons cepat dan secara transparan,” kata Rodi.
Cara Laporkan Jalan Rusak di SIJANTAN
Warga yang ingin melapor cukup mengakses laman resmi Dinas PUPP Kepri di https://pupp.kepriprov.go.id. Dari halaman utama, masyarakat dapat menggulir ke bagian bawah dan menemukan toolbox SIJANTAN. Setelah mengklik, pelapor cukup mengisi formulir berisi:
• Nama lengkap dan nomor telepon,
• Pilihan ruas jalan atau jembatan,
• Jenis kerusakan,
• Serta foto kondisi lapangan.
Laporan kemudian akan diterima oleh petugas Dinas PUPRP Kepri. Bagian administrasi akan memberikan notifikasi awal melalui pesan WhatsApp, sebelum dilakukan pengecekan lapangan oleh Seksi Reservasi Jalan dan Jembatan.
“Jalan yang diperbaiki tentu memenuhi kriteria layak, seperti kerusakan yang berpotensi membahayakan pengguna atau mengganggu kenyamanan berkendara,” jelas Rodi.
Setelah diperbaiki, petugas akan mengirimkan pembaruan kondisi terkini, lengkap dengan foto hasil perbaikan, kepada pelapor melalui pesan WhatsApp.
Efisien dan Hemat Biaya
Menurut Rodi, keberadaan SIJANTAN mampu memangkas waktu dan biaya pemeliharaan jalan yang sebelumnya mengandalkan pemantauan rutin petugas lapangan.
“Dengan partisipasi warga, pemeliharaan jalan dan jembatan menjadi lebih efisien dan hemat biaya. Kami menyebutnya sebagai bentuk kolaborasi nyata antara masyarakat dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Dengan karakteristik wilayah Kepulauan Riau yang tersebar di banyak pulau, SIJANTAN diharapkan menjadi solusi efektif dalam menjaga konektivitas dan keselamatan infrastruktur transportasi darat di provinsi tersebut.
Editor: Budi Adriansyah

















