banner 728x250

Dari Pedalaman Borneo ke Kota Industri Batam, GAPPIN Buka Babak Baru Pelayanan Nasional

banner 120x600
banner 468x60

BATAM –

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Gereja Persekutuan Pengabar Injil (GAPPIN) memindahkan agenda Pertemuan Tahunan dari pedalaman Kalimantan Barat ke Kota Batam, Kepulauan Riau. Langkah ini bukan sekadar perpindahan lokasi, tetapi menjadi simbol perluasan visi pelayanan GAPPIN menuju penginjilan yang lebih luas dan strategis di Indonesia.

banner 325x300

Pertemuan Tahunan GAPPIN 2026 berlangsung pada Selasa hingga Jumat, 5–8 Mei 2026, di Hotel Holiday Batam Center. Selama puluhan tahun sebelumnya, forum tertinggi organisasi ini selalu dilaksanakan di wilayah pedalaman Kalimantan Barat sebagai basis historis pelayanan GAPPIN.

Kini, dari akar pelayanan di Pulau Borneo, GAPPIN mulai menatap cakrawala baru.

Ketua Sinode GAPPIN, Pdt. Suyono Asun, M.Th., menegaskan bahwa pemilihan Batam memiliki makna strategis dalam memperkuat jaringan pelayanan lintas wilayah.

“Batam kami pilih karena posisinya strategis sebagai kota industri dan pintu masuk internasional. Dari sini kami mau satukan visi pelayanan GAPPIN yang ada di Pulau Batam, yang dirintis oleh Pdt. Jos Santos, untuk menjangkau Indonesia yang lebih luas,” ujar Pdt. Suyono Asun saat membuka kegiatan, Selasa, 5 Mei 2026.

Sebanyak 110 peserta dari Kalimantan Barat hadir dalam pertemuan tersebut, bersama para gembala sidang, penginjil, majelis, serta perwakilan pelayanan GAPPIN dari Kepulauan Riau. Selama empat hari, peserta membahas berbagai agenda penting, mulai dari evaluasi pelayanan tahun 2025, pemantapan visi misi 2026–2030, hingga penguatan sinergi pelayanan lintas wilayah.

Tidak hanya fokus pada pelayanan gereja di pedalaman, GAPPIN juga memperluas perhatian pada pelayanan perkotaan dan misi di lembaga pemasyarakatan. Hal itu menjadi tanda bahwa pelayanan organisasi ini terus berkembang menyesuaikan tantangan zaman tanpa meninggalkan akar penginjilan yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

Suasana pertemuan dipenuhi semangat persaudaraan dan pembaruan visi. Para peserta datang dengan latar pelayanan yang berbeda, namun dipersatukan oleh panggilan yang sama: membawa Injil menjangkau lebih banyak jiwa.

Bagi Pdt. Jos Santos, perintis pelayanan GAPPIN di Batam, penunjukan Batam sebagai tuan rumah menjadi momentum yang sangat berarti.

“Ini kehormatan besar bagi kami. Kiranya dari Batam, api penginjilan GAPPIN semakin menyala sampai ke ujung-ujung Indonesia,” katanya.

Pertemuan Tahunan GAPPIN bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum penting untuk menentukan arah strategis pelayanan sinodal ke depan. Tahun 2026 menjadi penanda bahwa GAPPIN tengah memasuki fase baru—dari pelayanan yang bertumbuh di pedalaman menuju gerakan misi yang menjangkau bangsa secara lebih luas.

Laporan: Sebastian

banner 325x300
error: Content is protected !!