banner 728x250

Dari Chat WhatsApp ke Meja Dialog, Karopem NTT Undang P4KF Bahas Pemekaran Provinsi Flores

banner 120x600
banner 468x60

KUPANG, RADAR PERBATASAN.COM — Perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Flores (PKF) memasuki babak komunikasi baru. Berawal dari pesan WhatsApp Ketua Umum Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Flores (P4KF), Adrianus Jehamat, kepada Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, Senin (19/10/2026) pagi, komunikasi tersebut berlanjut hingga Kepala Biro Pemerintahan (Karopem) Provinsi NTT, Naftaly Huky, menghubungi P4KF melalui telepon dan mengundang tim tersebut berdiskusi di Kupang.

Langkah ini membuka ruang dialog antara P4KF dan Pemerintah Provinsi NTT untuk membicarakan perkembangan perjuangan pembentukan provinsi baru, termasuk aspek administratif dan regulasi pemekaran daerah.

banner 325x300

Meski belum menjadi keputusan politik maupun persetujuan resmi pembentukan daerah persiapan, komunikasi tersebut menjadi perkembangan penting bagi P4KF dalam membangun koordinasi langsung dengan pemerintah provinsi.

Berawal dari Pesan kepada Gubernur

Menurut rilis Ketua Umum P4KF Adrianus Jehamat, komunikasi bermula sekitar pukul 08.15 WITA. Saat itu, Adrianus mengirimkan pesan pribadi kepada Gubernur Melki Laka Lena untuk meminta nomor WhatsApp Karopem NTT.

“Selamat pagi Putra Terbaik NTT, Gubernur ke-9 NTT yang kami kasihi dan banggakan. Sehat terus dan sukses terus ke depannya. Tetap semangat. Tolong share nomor WA Karopem NTT saat ini,” tulis Adrianus dalam pesan tersebut.

Gubernur Melki merespons dengan memberikan nomor kontak Naftaly Huky, sehingga komunikasi P4KF dengan jajaran birokrasi Pemprov NTT dapat dilanjutkan secara langsung.

Sekitar pukul 08.22 WITA, Adrianus kemudian menghubungi Karopem melalui WhatsApp. Dalam pesannya, ia memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan gambaran perjalanan panjang perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Flores.

Ia menjelaskan, perjuangan tersebut telah berlangsung sejak 1954. Perjalanan itu terbagi dalam dua babak besar, yakni periode 1954–2003 dan periode 2013 hingga sekarang di bawah panji P4KF.

Adrianus juga memaparkan sejumlah agenda perjuangan, termasuk Kongres Rakyat Flores-Lembata-Alor di Bajawa, Kabupaten Ngada, pada 2014; Kongres Rakyat Flores-Lembata di Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada 2015; Rapat Kerja Daerah P4KF di Fatululi, Kupang, pada 2022; serta Rapat Kerja Nasional P4KF di Gedung Djuang, Jakarta, pada 6 Juni 2023.

Dalam komunikasi itu, Adrianus menekankan pentingnya persetujuan bersama DPRD dan Gubernur NTT terkait usulan daerah persiapan sebagai bagian dari persyaratan administratif yang diperjuangkan P4KF berdasarkan kerangka hukum pemerintahan daerah.

Karopem Tepati Janji untuk Menghubungi

Sekitar pukul 08.30 WITA, Naftaly Huky membalas pesan Adrianus. Ia menyampaikan bahwa dirinya sedang mengikuti rapat pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan berjanji menghubungi kembali setelah rapat.

Janji tersebut kemudian ditindaklanjuti. Pada Senin pagi itu juga, Karopem menghubungi Adrianus melalui sambungan telepon seluler. Percakapan berlangsung sekitar 10 menit.

Dalam komunikasi tersebut, menurut Adrianus, Naftaly mengundang tim P4KF untuk datang ke Kupang pada Selasa, 20 Oktober 2026, guna mengikuti diskusi internal terbatas.

Pertemuan awal itu dimaksudkan sebagai ruang pembicaraan antara P4KF dan Karopem, terutama mengenai perkembangan terkini pemekaran wilayah administratif serta regulasi yang berkaitan dengan pembentukan daerah baru.

Setelah diskusi awal tersebut, P4KF dipersilakan mengajukan audiensi langsung dengan Gubernur NTT. Karopem menyarankan agar audiensi dilakukan secara terbatas dengan menghadirkan perwakilan, sehingga pembahasan dapat berlangsung lebih terarah.

P4KF Pilih Konsolidasi Internal

Menanggapi undangan tersebut, Adrianus menyampaikan apresiasi atas respons positif Karopem. Namun, ia menjelaskan bahwa tim P4KF belum dapat memenuhi undangan untuk bertemu pada keesokan harinya karena perlu melakukan konsolidasi internal terlebih dahulu.

“Terima kasih atas sambutan yang sangat hangat dan positif ini. Saran Pak Naftaly Huky sangat baik adanya, namun soal waktu belum bisa secepatnya karena kami harus konsolidasi internal dulu,” ungkap Adrianus sebagaimana dikutip dalam rilisnya.

Menurut Adrianus, konsolidasi diperlukan agar perwakilan P4KF dapat mempersiapkan materi pembahasan dan menyamakan langkah sebelum berdiskusi dengan pemerintah provinsi.

Naftaly, menurut rilis yang sama, mempersilakan tim P4KF menghubungi kembali pihaknya setelah siap bertemu.

“Prinsipnya lebih bagus kita bertemu dan berdiskusi terbatas internal dulu, nanti setelah itu silakan Tim P4KF beraudiensi langsung dengan Gubernur. Kalau besok belum bisa, Bapak-Bapak silakan hubungi kami di Kupang kalau sudah siap untuk bertemu,” demikian tanggapan Karopem yang disampaikan Adrianus.

Dialog Awal, Perjuangan Masih Berlanjut

Perkembangan komunikasi tersebut menjadi pintu awal bagi P4KF untuk membangun dialog langsung dengan Pemprov NTT mengenai agenda pembentukan Provinsi Kepulauan Flores.

Namun, undangan diskusi Karopem tidak serta-merta berarti pemerintah provinsi telah menyetujui pembentukan PKF. Tahapan administratif, pembahasan regulasi, serta keputusan politik sesuai ketentuan perundang-undangan tetap menjadi bagian penting dalam proses perjuangan tersebut.

Bagi P4KF, ruang dialog ini menjadi kesempatan untuk menyampaikan kembali aspirasi pembentukan provinsi baru sekaligus membahas jalur administratif yang perlu ditempuh.

Dari sebuah pesan WhatsApp pada Senin pagi, komunikasi berkembang menjadi percakapan telepon dan rencana diskusi terbatas. Kini, langkah selanjutnya berada pada kesiapan P4KF untuk melakukan konsolidasi dan melanjutkan komunikasi dengan Karopem NTT.

Yuven Fernandez
Radar Perbatasan

banner 325x300
error: Content is protected !!