Bupati Malaka,Stefanus Bria Seran, memberikan kejutan dalam seleksi terbuka pejabat eselon dengan menyatakan akan menguji langsung kemampuan komputer setiap calon. Word, Excel, PowerPoint, dan Photoshop menjadi software wajib yang harus dikuasai, menandakan perubahan paradigma kepemimpinan di era digital.
BETUN,11 Desember 2025 –
Dalam upaya menyiapkan pemimpin yang adaptif dengan perkembangan zaman, Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, memasukkan penguasaan Teknologi Informasi (IT) sebagai syarat mutlak dan akan diuji secara langsung dalam Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon IIb). Kebijakan ini menjadi pembeda sekaligus penegas bahwa literasi digital bukan lagi pelengkap, melainkan kompetensi inti seorang birokrat.
“Saya minta kepada Ketua Panitia Seleksi, setiap calon pejabat harus mengerti dan mampu IT. Ini bukan pilihan, ini keharusan,” instruksi Bupati dengan tegas. Beliau mengungkapkan, meski setiap jabatan akan disorong oleh tiga kandidat terbaik, beliau sendiri berencana untuk melakukan uji kompetensi praktik komputer terhadap para finalis.
Adapun software yang menjadi titik ukur kemampuan calon meliputi Microsoft Word untuk pengolahan dokumen dan naskah dinas, Microsoft Excel untuk pengolahan data dan anggaran, Microsoft PowerPoint untuk kemampuan presentasi dan menyusun bahan paparan strategis, serta dasar-dasar Adobe Photoshop untuk pengeditan gambar dan materi publikasi sederhana.
“Era sekarang ini adalah era digital. Kemampuan ini harus dimiliki seorang pejabat. Bagaimana mungkin memimpin dengan efektif jika tidak bisa mengolah data dengan Excel, menyusun presentasi yang menarik, atau mengelola informasi dengan cepat?” tanya Bupati retoris. Beliau menambahkan, penguasaan IT akan sangat mendukung transparansi, efisiensi, dan kecepatan pelayanan publik.
Kebijakan ini merupakan respons terhadap tuntutan dunia kerja modern dan percepatan transformasi digital di sektor pemerintahan. Seorang pimpinan yang melek teknologi diharapkan dapat menggerakkan unit kerjanya untuk memanfaatkan sistem e-government, menganalisis data untuk pengambilan keputusan, dan berkomunikasi secara lebih profesional.
“Ini adalah investasi. Kita sedang menanam bibit SDM yang melek digital. Kalau kita tanam SDM yang baik dan sesuai dengan zamannya, pasti kita akan panen hasilnya kelak,” ujar Bupati, mengaitkan kebijakan ini dengan visi jangka panjang pembangunan kapasitas aparatur di Malaka. Uji kemampuan IT ini diharapkan dapat menyaring calon yang tidak hanya berpengalaman secara manajerial, tetapi juga siap menghadapi tantangan pemerintahan masa depan yang semakin terdigitalisasi.
Editor : Boni Atolan

















