Malaka, NTT —
Pemerintah Kabupaten Malaka terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan melalui program pacul tanah gratis bagi masyarakat. Hingga Oktober 2025, tercatat 1.500 hektare lahan telah berhasil dipacul dari total target 3.000 hektare yang ditetapkan tahun ini.
Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran (SBS) menyampaikan bahwa progres pengerjaan terus meningkat setiap hari. Pemkab melalui Dinas Pertanian aktif melakukan pemantauan lapangan agar seluruh target dapat tercapai sebelum musim hujan tiba.
“Sesuai laporan Dinas Pertanian, hingga saat ini tanah rakyat yang sudah dipacul mencapai 1.500 hektare. Jumlah ini akan terus bertambah karena proses di lapangan masih berlangsung,” ujar Bupati SBS kepada wartawan di Pantai Cemara Abudenok, Kamis (23/10/2025).
Bupati SBS menegaskan, program pacul tanah gratis merupakan bentuk nyata implementasi janji kampanye pasangan SBS–HMS pada Pilkada Malaka 2024 Program ini diharapkan mampu membantu petani mengolah lahan secara produktif sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Untuk mendukung kegiatan di lapangan, Pemkab Malaka pada tahun 2025 menerima bantuan 25 unit traktor dari pemerintah pusat. Bantuan tersebut dilengkapi dengan 3–4 unit traktor lama yang masih berfungsi, sehingga total alat yang beroperasi mencapai sekitar 28 unit.
“Dulu kita memiliki 60 unit traktor, namun sebagian masih dalam proses perbaikan karena mengalami kerusakan. Saat ini perbaikan terus dilakukan agar semuanya bisa dimanfaatkan kembali,” jelas Bupati SBS.
Dengan waktu sekitar 1,5 bulan tersisa sebelum musim penghujan, Pemkab Malaka optimistis target 3.000 hektare akan tercapai. Pemerintah daerah juga berkomitmen melanjutkan pendampingan kepada masyarakat agar hasil program pacul gratis ini memberikan manfaat maksimal bagi petani di seluruh wilayah Malaka.
Editor : Boni Atolan

















