banner 728x250

Bupati Roby Genjot Tambahan Kampung Nelayan Bintan

Awalnya diusulkan 17 titik, Pemkab Bintan kini bidik penambahan 10 lokasi baru termasuk wilayah Tambelan

banner 120x600
banner 468x60

BINTAN, Radar Perbatasan.com – Pemerintah Kabupaten Bintan terus bergerak cepat mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir. Melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pemkab Bintan kini agresif menambah usulan titik pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

​Hal ini ditegaskan oleh Bupati Bintan, Roby Kurniawan, dalam Rapat Koordinasi Pemenuhan Persyaratan Data Usulan KNMP bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau yang digelar secara daring.
​
“Awalnya kami mengusulkan 17 titik KNMP. Sebanyak 12 titik sudah disurvei dan saat ini kami sedang menunggu rekomendasi lahan laut dari DLH Provinsi,” ujar Roby saat mengikuti rapat virtual dari Ruang Rapat Bapperida Bintan, pada Senin 18 Mei 2026.
​
Tak puas sampai di situ, Roby langsung tancap gas mengusulkan lokasi tambahan.
​
“Kami meminta izin untuk mengusulkan 10 titik lagi sebagai tambahan, termasuk untuk wilayah Tambelan,” tambahnya.
​
Langkah progresif ini langsung mendapat lampu hijau dan sambutan antusias dari Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. Selaku pemimpin rapat, Ansar meminta seluruh Pemerintah Daerah di tingkat Kabupaten/Kota untuk jeli melihat peluang dan terus menggali potensi wilayah yang masih bisa diusulkan ke pusat.

banner 325x300

​Bupati Roby sangat optimistis bahwa proyek KNMP ini akan menjadi dongkrak utama perekonomian warga pesisir Bintan. Pasalnya, kampung nelayan ini nantinya tidak hanya sekadar pemukiman, melainkan kawasan terintegrasi yang didukung sarana dan prasarana super lengkap.
​
Fasilitas penunjang mulai dari dermaga, pabrik es, SPBU khusus nelayan, pelataran bongkar muat, bengkel reparasi, hingga bantuan armada kapal baru telah disiapkan oleh pemerintah.
​
Di sisi lain, Kepala Dinas Perikanan Bintan, Fachrimsyah, membeberkan detail progres di lapangan. Dari 17 titik awal, 12 di antaranya sudah disurvei dan 8 titik telah dinyatakan tervalidasi.
​
“Nanti akan ada survei ulang untuk 3 titik lama serta titik-titik baru yang kami usulkan. Untuk 10 titik tambahan baru, sebagian ada di Tambelan. Ada juga di Pengudang yang kami usulkan kembali karena lahannya masuk dalam HGU, jadi butuh koordinasi ulang,” jelas Fachrimsyah.
​
Fachrimsyah juga menegaskan bahwa proses pendataan administrasi terus berjalan untuk mengejar peluang penambahan titik lainnya.
​
Potensi kelautan Bintan memang tidak main-main. Sebagai daerah maritim yang strategis, hasil produksi perikanan dari Bintan tercatat sudah berhasil menembus pasar ekspor internasional, mulai dari kawasan Asia hingga benua Eropa.

Editor: Budi Adriansyah

banner 325x300
error: Content is protected !!