banner 728x250

Batam Mantapkan Diri sebagai Pusat Investasi Nasional di Era Kepemimpinan Amsakar–Li Claudia

banner 120x600
banner 468x60

Batam – Batam semakin menegaskan posisinya sebagai pusat investasi nasional dengan daya saing regional yang kian menguat. Keberadaan kota ini di jalur strategis perdagangan internasional mendorong transformasi besar menuju pusat industri, logistik, dan pariwisata yang berkontribusi signifikan bagi perekonomian Indonesia.

Di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra, Badan Pengusahaan (BP) Batam mempercepat pembangunan melalui program strategis yang terarah. Keduanya dinilai berhasil mendorong Batam menjadi kawasan modern, efisien, serta ramah investor. Implementasi PP 25/2025 dan PP 28/2025 semakin mempertegas arah pembangunan dengan memberikan kepastian hukum bagi investasi jangka panjang.

banner 325x300

Untuk mempermudah pelaku usaha, BP Batam menghadirkan Dashboard Invest in Batam, sistem perizinan digital terpadu yang menyediakan akses informasi, pemantauan progres perizinan, dan transparansi di setiap tahapan. Transformasi layanan diperkuat melalui iBOSS serta Land Management System (LMS) yang menampilkan informasi lahan secara digital, memotong birokrasi dan meningkatkan akuntabilitas.

Di sektor infrastruktur, modernisasi menjadi fokus utama peningkatan daya saing. Bandara Internasional Hang Nadim kini direvitalisasi melalui pembangunan Terminal Internasional 2 serta fasilitas VVIP, hasil kolaborasi BP Batam dengan Angkasa Pura I, Incheon Airport, dan WIKA.

Peningkatan juga terlihat di sektor pelabuhan. Pelabuhan Batu Ampar mencatat lonjakan produktivitas setelah lima unit Ship to Shore Crane (STS) beroperasi. Efisiensi bongkar muat meningkat 18 persen dan waktu tunggu kapal berkurang hingga 50 persen. Tahun depan, enam crane otomatis akan menambah kapasitas layanan pelabuhan tersebut.

Amsakar menegaskan bahwa peningkatan layanan dan infrastruktur telah memberikan dampak langsung terhadap ekonomi Batam. Investasi menunjukkan pertumbuhan signifikan, sektor jasa berkembang, kesempatan kerja bertambah, dan perekonomian Batam tumbuh 6,66 persen hingga triwulan III, dengan proyeksi mencapai 7 persen pada akhir tahun.

Efisiensi perizinan juga meningkat drastis. Proses PKKPRL kini dapat diselesaikan dalam 14 hari kerja, dari sebelumnya yang dapat mencapai dua tahun. Sementara itu, penyelesaian Amdal dipangkas menjadi hanya 39 hari, dengan pengawasan real-time untuk mencegah hambatan teknis di lapangan.

“Perizinan semakin cepat, pelayanan semakin pasti, dan regulasi negara mendukung kemudahan berusaha. Batam adalah tempat yang tepat untuk berinvestasi,” tegas Amsakar.

Dengan penguatan digitalisasi layanan serta modernisasi infrastruktur yang berkelanjutan, Batam kian siap bertransformasi menjadi kawasan investasi global yang kompetitif, futuristik, dan berdaya saing tinggi.

Editor : Santos

banner 325x300
error: Content is protected !!