Betun – 16 November 2025
Sebagai upaya memperkuat produksi sapi Bali di wilayah perbatasan, Pemerintah Kabupaten Malaka resmi mengusulkan program pengembangan bibit sapi potong kepada Kementerian Pertanian RI. Usulan ini mencakup pembenahan sarana prasarana serta penyediaan sapi induk dan pejantan di UPT Kapitan Meo.
Plh. Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malaka, Methildes Seran, mengatakan bahwa penguatan UPT Kapitan Meo menjadi prioritas karena kawasan ini merupakan aset resmi Pemkab Malaka sejak 2021. “Ini aset strategis daerah. Jika dikelola baik, kapasitasnya mampu mendorong peningkatan PAD, membuka lapangan kerja, dan menjadi pusat pelatihan peternak,” jelasnya.
Menurutnya, produktivitas peternakan di Malaka menurun akibat penurunan kualitas genetik sapi Bali karena perkawinan sedarah yang tidak terkontrol. “Kita butuh sistem breeding yang benar. UPT Kapitan Meo adalah tempat paling ideal untuk itu, tetapi perlu dukungan penuh pemerintah,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Malaka menegaskan bahwa revitalisasi UPT Kapitan Meo merupakan bagian dari visi besar Bupati–Wakil Bupati SBS–HMS dalam mendorong pertanian terpadu. Methildes berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian khusus karena program ini berdampak langsung pada swasembada daging nasional.
Editor : Boni Atolan

















