banner 728x250

Bahaya Kanker Mengintai, Dokter Puskesmas Tafuli Ajak Warga Malaka Lakukan Deteksi Dini

banner 120x600
banner 468x60

Malaka –

Ancaman penyakit kanker di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus meningkat dan menjadi perhatian serius dunia kesehatan. Masyarakat diminta untuk tidak menunggu hingga muncul gejala berat, melainkan segera melakukan pemeriksaan deteksi dini di fasilitas kesehatan terdekat.

banner 325x300

Dokter di Puskesmas Tafuli, dr. Desendio Krismasjati Tarom Prakoso, mengatakan bahwa angka kasus kanker di NTT menunjukkan tren kenaikan berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan.

“Data menunjukkan angka penyakit kanker di NTT meningkat dari 1,2 per 1000 penduduk menjadi 1,8 per 1000 penduduk. Ini menjadi alarm bagi masyarakat agar lebih peduli terhadap pemeriksaan kesehatan sejak dini,” ujarnya dalam keterangan yang diterima media, Minggu (24/5/2026).

Menurut dr. Desendio, kanker merupakan kondisi ketika sel tubuh tumbuh tidak normal dan tidak terkendali. Pada tahap awal, penyakit ini sering kali tidak menimbulkan gejala sehingga banyak penderita terlambat menyadari kondisinya.

“Perjalanan kanker dimulai dari sel kecil yang sering tidak bergejala. Jika tidak ditangani, sel tersebut dapat berkembang, merusak jaringan tubuh, hingga menyebar ke organ vital,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, lebih dari 70 persen pasien kanker di NTT baru datang memeriksakan diri ketika sudah memasuki stadium lanjut. Kondisi tersebut menyebabkan peluang kesembuhan menjadi lebih kecil dan risiko kematian meningkat.

Dua jenis kanker dengan kasus tertinggi di NTT saat ini adalah kanker payudara dan kanker leher rahim atau serviks. Karena itu, masyarakat, khususnya perempuan, diimbau memanfaatkan layanan deteksi dini gratis yang tersedia di Puskesmas.

Salah satu layanan tersebut adalah SADANIS atau Pemeriksaan Payudara Klinis yang dilakukan tenaga medis terlatih untuk mendeteksi benjolan maupun perubahan tidak normal pada payudara.

“Deteksi dini sangat penting karena kanker payudara menjadi salah satu jenis kanker dengan angka rujukan tertinggi ke rumah sakit pusat di Kupang,” katanya.

Selain itu, Puskesmas juga menyediakan layanan IVA Test (Inspeksi Visual Asam Asetat) untuk mendeteksi gejala pra-kanker serviks secara cepat dan sederhana.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, dalam tiga tahun terakhir tercatat sebanyak 971 perempuan di NTT terdiagnosis kanker serviks.

Melalui pemeriksaan IVA Test, kelainan sel dapat ditemukan lebih awal sebelum berkembang menjadi kanker stadium lanjut.

Meski demikian, dr. Desendio menyoroti keterbatasan fasilitas pengobatan kanker lanjutan di wilayah NTT. Pasien kanker dari Kabupaten Malaka yang membutuhkan terapi onkologi radiasi masih harus dirujuk ke Bali atau Jawa.

“Jarak yang jauh serta tingginya biaya transportasi dan akomodasi sering kali menjadi kendala besar bagi pasien untuk melanjutkan pengobatan,” ungkapnya.

Karena itu, ia menilai keberadaan fasilitas onkologi radiasi yang memadai di NTT sudah menjadi kebutuhan mendesak guna mengurangi beban ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan akses layanan kesehatan kanker.

Ia juga menilai Kabupaten Malaka memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Timor Leste dan dekat dengan Australia. Jika fasilitas kesehatan di NTT diperkuat, Malaka dinilai berpotensi berkembang menjadi pusat rujukan layanan kesehatan di wilayah perbatasan.

Di akhir keterangannya, dr. Desendio mengajak masyarakat untuk tidak takut melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini.

“Jangan menunggu muncul gejala atau sampai stadium lanjut. Manfaatkan layanan SADANIS dan IVA Test di Puskesmas terdekat demi kesehatan diri sendiri dan keluarga,” pungkasnya.

 

Editor : Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!