JAKARTA, Radar Perbatasan.com – Suasana santai menyelimuti Kafe Kemensos “Selalu Ada”, pada Rabu 29 April 2026. Di sana, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad duduk semeja dengan Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul.
Meski informal, pertemuan itu melahirkan kesepakatan besar. Keduanya berkomitmen mempercepat program prioritas yang menyentuh langsung urusan “perut” dan pendidikan masyarakat di Bumi Segantang Lada.
Sekolah Rakyat dan Lahan 10 Hektare
Salah satu “menu” utama diskusi mereka adalah rencana pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kepri. Gubernur Ansar tak main-main; Pemprov Kepri sudah menyiapkan lahan seluas 10 hektare di ibu kota provinsi.
Lokasinya sangat strategis, persis berhadapan dengan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Gus Ipul pun merespons cepat. Dia berkomitmen segera merealisasikan pembangunan gedung tersebut dengan berkoordinasi bersama Kementerian PU terkait penyesuaian anggaran.
Dari Rumah Nelayan hingga Nasib Ojol
Program kerakyatan lainnya juga masuk radar. Mulai dari rehabilitasi rumah nelayan dengan bantuan Rp50 juta per unit, proteksi sosial via BPJS, hingga bantuan khusus untuk pengemudi ojek online (ojol).
Tak ketinggalan, program permodalan UMKM melalui BRK Syariah akan kembali digenjot pasca pandemi. Ansar juga menitipkan pesan penting: penguatan rumah singgah di Jakarta dan Batam bagi warga Kepri yang sedang menjalani pengobatan rujukan.
“Sinergi pusat dan daerah adalah kunci. Kepri siap jadi role model nasional untuk pelayanan sosial terintegrasi,” tegas Ansar Ahmad.
Memperkuat Data Desa
Di sisi birokrasi, Ansar mengusulkan insentif bagi 180 operator data desa di Kepri. Tujuannya satu: agar data sosial akurat dan bantuan tepat sasaran.
Mengingat posisi Kepri yang strategis di jalur Selat Malaka dengan lalu lintas 30 juta kontainer per tahun, Ansar ingin standar pelayanan di wilayahnya jadi yang terbaik.
Pertemuan produktif ini ditutup dengan pembahasan langkah konkret bersama Kadinsos Kepri Mahadi Rahman dan Kepala Biro Umum Kemensos Salahuddin Yahya. Mereka memastikan semua kesepakatan ini segera mendarat di lapangan.
Editor: Budi Adriansyah
Penulis: Ron

















