ATAMBUA –
Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Fraksi Partai Golkar, Agustinus Nahak, S.Si, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Yohanes Atolan atau yang akrab disapa Bapak Anis Atolan, tokoh pendidikan dan tokoh Gereja Katolik di Keuskupan Atambua.
Menurut Agustinus Nahak, almarhum Anis Atolan merupakan figur pendidik sejati yang telah meletakkan dasar kuat pembentukan karakter generasi muda di Kabupaten Belu dan sekitarnya melalui pengabdiannya yang panjang di dunia pendidikan.
“Bapak Anis Atolan adalah teladan pendidik yang mengabdikan hidupnya untuk membentuk karakter, disiplin, dan nilai moral generasi muda. Dedikasi beliau melampaui tugas formal seorang kepala sekolah,” ujar Agustinus Nahak.
Almarhum diketahui pernah menjabat sebagai Kepala Sekolah SMPK Don Bosco Atambua selama lebih dari tiga dekade. Dalam kepemimpinannya, ia dikenal tegas, konsisten, namun memiliki pendekatan kebapaan yang kuat. Hal tersebut, menurut Agustinus, menjadi alasan mengapa sosok almarhum sangat membekas di hati para mantan murid lintas generasi.
Agustinus Nahak menuturkan, kesaksian para pelayat yang datang dari berbagai angkatan—mulai dari lulusan akhir 1960-an hingga 1980-an—menunjukkan bahwa almarhum memiliki pengaruh yang luas dan berjangka panjang. Banyak mantan murid mengenang kemampuan almarhum mengingat nama siswa-siswinya, meski telah lama menyelesaikan pendidikan.
Selain mengabdi di dunia pendidikan, Bapak Anis Atolan juga dikenal aktif dalam pelayanan Gereja Katolik. Setelah memasuki masa purnabakti, almarhum tetap melanjutkan pengabdian melalui keterlibatannya dalam kelompok Legio Maria di Keuskupan Atambua.
“Kepemimpinan beliau adalah kepemimpinan yang melayani. Itu terlihat dari penghormatan terakhir yang diberikan umat dan masyarakat, baik di rumah duka maupun saat Misa Pemakaman di Gereja Katedral Atambua,” kata Agustinus.
Agustinus juga menyoroti momen simbolik saat Misa Pemakaman, di mana salah satu imam yang memimpin misa, Romo Lorenso Tae Lake, Pr, merupakan mantan murid almarhum angkatan 1982. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan pendidikan karakter yang ditanamkan almarhum.
Atas nama pribadi dan lembaga, Agustinus Nahak menyampaikan belasungkawa kepada keluarga besar Yohanes Atolan. Ia berharap nilai-nilai keteladanan, disiplin, dan semangat pelayanan yang diwariskan almarhum dapat terus hidup dan menginspirasi generasi muda Nusa Tenggara Timur.
“Selamat jalan Bapak Anis Atolan. Terima kasih atas pengabdian panjangmu bagi pendidikan dan Gereja. Engkau telah menanam, dan kami akan melanjutkan,” pungkas Agustinus.
Editor : Boni Atolan

















