banner 728x250

Air Mata Haru Warnai Pengumuman Kelulusan SDLB dan SMPLB Bhakti Luhur Maumere

banner 120x600
banner 468x60

Maumere, Sikka. Radar Perbatasan.Com

Suasana penuh haru warnai pengumuman dan pembagian amplop kelulusan SDLB dan SMPLB Bhakti Luhur Maumere di Aula SLB Bhakti Luhur Maumere Selasa ( 2/6/2026).

banner 325x300

Martina Algonsa ( 55) Mama dari Maya Woga peserta didik kelas IX didaulat untuk mewakili orang tua membawakan sambutan, suara terbata- terbata. Genangan air mata di kelopak matanya mengundang suster dan ibu guru serta orang tua murid larut dalam rasa haru.

“Anak saya Maya ini sebelum masuk SLB Bhakti Luhur Maumere mentalnya parah, seorang anak yang pemalu. Karena dia anak yang mengalami hambatan intelektual ringan. Di lingkungan masyarakat dan keluarga dia diejek- ejek dan dihina, ” ungkap Martina sambil menangis.

Tapi sebelum pengumuman lanjut Ibu Rumah Tangga asal Hewuli Kecamatan Alok Barat ini para wali kelas membacakan perkembangan belajar dari setiap peserta didik, Puji Tuhan anak Maya menunjukkan perkembangan belajar yang sangat berarti.

“Selama 3 tahun belajar di SLB Bhakti Luhur Maumere Maya sudah mampu tampil di depan umum, menyanyi dan ikut koor dan tidak malu lagi. Terimakasih Suster kepala sekolah dan para guru SLB Bhakti Luhur Maumere, ” ungkapnya.

38 PDBK Lulus

Kepala SLB Bhakti Luhur Maumere Suster Corrie, ALMA pada Pengumuman Kelulusan SDLB dan SMPLB Bhakti Luhur Maumere mengatakan Tahun Pelajaran 2025/2026 SLB Bhakti Luhur Maumere luluskan 38 Peserta Didik Berkebutuhan Khusus ( PDBK) dengan rincian jenjang SDLB sebanyak 18 orang, SMPLB 11 orang dan SMALB sebanyak 9 orang.

Momen pengumuman kelulusan ini menurut Suster Corrie adalah sebuah keberhasilan berkat kerja sama sekolah dan orang tua, bahwa putra putri bapak ibu adalah diciptakan secara istimewa dan unik.

“Mereka adalah anak kesayangan Tuhan, anak surgawi, mereka memiliki potensi yang tidak dimiliki oleh kita yang diciptakan secara fisik lengkap, bahkan kita juga punya kekurangan saya dan bapak ibu pasti memiliki kekurangan juga kelebihan dan mereka memiliki kelebihan juga kekurangan karena itu kita saling melengkapi, “kata Suster meneguhkan.

Suster Corrie lebih lanjut mengatakan Kita banyak belajar dari mereka, maka jangan sekali kali kita menganggap rendah kepada mereka, lihat saja yang tidak bisa melihat, mereka belajar dengan menggunakan braille sehingga mereka bisa membaca dan menulis, berhitung dan sama seperti kita.

Bahkan mereka bisa bermain musik, memiliki suara yang indah, yang rungu wicara mereka dapat menggunakan bahasa Isyarat, bisa membaca, menulis dan berhitung, yang autis meskipun ada gangguan perilaku namun mereka cerdas berbakat dibidang musik, bahasa Inggris dan sebagainya.

“Saya mengajak kita semua baik guru, orang tua untuk bersama berjuang, bekerja keras mendampingi mereka dengan berbagai cara yaitu ekstra kesabaran, kasih sayang, empati, dengan menggunakan berbagai strategi dan metode yang tepat dengan inovasi melalui pendekatan pembelajaran berdiferensiasi dan pendekatan pembelajaran mendalam serta pendekatan secara individual sesuai hasil assesmen yang kita lakukan di sekolah.

Melalui Paguyuban orang tua yang sudah kita bentuk sebagai wadah untuk berbagai kegiatan edukasi yang saya berikan tentang siapa ABK dan penanganan.Tentu membutuhkan waktu yg terus kita rajut bersama.

“Jangan berkecil hati percayalah mereka bisa, yang membuat mereka bisa dan mampu adalah kita keluarga, sekolah lingkungan dan masyarakat.

Dengan demikian lanjut Suster mereka akan lanjutkan pendidikan mereka ke jenjang SMPLB atau syukur mereka bisa lanjut ke sekolah SMP umum dan SMALB atau SMA/ SMK.

“Jumlah SMPLB ada 11 orang dan puji Tuhan salah satu dari mereka lanjut ke SMK, ini sebuah kebanggaan bagi SLB Bhakti Luhur yang setiap tahun lulusan ada yang lanjut ke sekolah umum. Demikian pun SMALB ada yang juga lanjut ke Perguruan Tinggi seperti UNIPA, Universitas Jember, ” pungkasnya.

Yuven Fernandez

banner 325x300
error: Content is protected !!