Kupang, 13 November 2025 —
Anggota DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Fraksi Partai Golkar sekaligus Wakil Ketua V DPRD NTT, Agustinus Nahak, menegaskan bahwa jajaran direksi baru Bank NTT memiliki pekerjaan rumah besar untuk memperbaiki tata kelola, khususnya dalam penanganan kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) dan efisiensi biaya operasional.
“Pekerjaan rumah para direksi yang baru adalah kredit bermasalah atau NPL yang tinggi karena penilaian kelayakan debitur yang tidak ketat dan tidak cermat,” ujar Agustinus Nahak di Kupang, Kamis (13/11/2025), usai pelantikan Komisaris dan Direksi Bank NTT oleh Gubernur NTT.
Menurutnya, NPL yang tinggi menunjukkan adanya kelemahan mendasar dalam sistem analisis dan mitigasi risiko kredit yang harus segera dibenahi oleh manajemen baru. Ia menilai, praktik pemberian kredit selama ini masih perlu diperkuat dengan penerapan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang lebih profesional.
Selain masalah kredit bermasalah, Agustinus juga menyoroti biaya operasional Bank NTT yang dinilainya masih terlalu besar. “Memang banknya profit, tapi kalau biaya operasional tinggi, percuma juga. Direksi perlu mengefisienkan struktur biaya dan memanfaatkan teknologi informasi untuk memperkuat koordinasi antar cabang,” tegasnya.
Ia mengapresiasi langkah Gubernur NTT yang telah menunjuk Direktur Utama dari kalangan bank swasta nasional, dengan harapan pengalaman tersebut dapat membawa praktik terbaik dan inovasi baru dalam manajemen Bank NTT. “Dengan pengalaman dari dunia perbankan swasta, saya yakin bisa ada perubahan signifikan dalam efisiensi dan tata kelola,” tambahnya.
Agustinus juga menekankan pentingnya digitalisasi layanan perbankan untuk meningkatkan daya saing Bank NTT di tengah ketatnya industri perbankan regional dan nasional. Pemanfaatan teknologi, menurutnya, tidak hanya dapat menekan biaya operasional, tetapi juga memperluas akses layanan ke masyarakat pedesaan.
“Bank NTT adalah kebanggaan daerah. Direksi baru harus menjaga kepercayaan publik dengan mengutamakan profesionalisme, transparansi, dan efisiensi. Jangan sampai Bank NTT kehilangan peran strategisnya sebagai bank pembangunan daerah,” ujarnya menutup.
Dikenal memiliki pengalaman lebih dari 26 tahun di perusahaan distribusi nasional, Agustinus Nahak kini juga menjabat sebagai Ketua Gabungan Perusahaan Farmasi (GP Farmasi) NTT. Latar belakangnya di sektor bisnis membuatnya menaruh perhatian serius pada manajemen efisien dan tata kelola korporasi yang sehat.
Pelantikan jajaran Komisaris dan Direksi Bank NTT hari ini diharapkan menjadi momentum penting bagi kebangkitan dan penguatan kinerja bank kebanggaan masyarakat NTT, menuju lembaga keuangan daerah yang sehat, transparan, dan berdaya saing tinggi.
Editor : Boni Atolan

















