Malaka – 17 November 2025.
Pemerintah Kabupaten Malaka meminta dukungan Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Pusat untuk percepatan pembangunan kembali UPT Kapitan Meo di Kecamatan Laenmanen, yang selama ini menjadi kawasan strategis pengembangan sapi potong di wilayah perbatasan.
Plh. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malaka, Methildes Seran, menjelaskan bahwa UPT tersebut sebelumnya sangat produktif ketika masih berada di wilayah Kabupaten Belu sebagai kabupaten induk. “Dulu UPT Kapitan Meo merupakan andalan daerah dan mampu memberikan kontribusi PAD yang nyata. Setelah menjadi bagian dari Kabupaten Malaka, aset ini wajib kita optimalkan kembali,” ujarnya.
Menurut Methildes, kawasan padang penggembalaan seluas 500 hektare itu kini membutuhkan revitalisasi sarana, prasarana, serta pengadaan indukan sapi Bali berkualitas untuk memulai kembali program pembibitan. “Fasilitas banyak yang rusak dan populasi indukan menurun. Tanpa intervensi pemerintah, fungsi UPT ini akan terus merosot,” ungkapnya.
Pembangunan kembali UPT Kapitan Meo selaras dengan prioritas Bupati dan Wakil Bupati Malaka, SBS–HMS, yang menjadikan sektor peternakan sebagai bagian dari program pertanian terpadu. Pemerintah Kabupaten menilai keberadaan UPT sangat penting untuk meningkatkan kualitas bibit, menghindari inbreeding, dan mendukung industri penggemukan.
“Jika UPT ini dibenahi, Malaka bisa menjadi daerah sumber bibit sapi Bali yang berkualitas untuk NTT bahkan nasional,” kata Methildes. Pemerintah Kabupaten berharap agar Pemprov NTT dan Kementerian Pertanian dapat memberikan dukungan anggaran dan kebijakan untuk menghidupkan kembali pusat pembibitan tersebut.
Editor : Boni Atolan

















