Opini Media
Euforia pelaksanaan ETMC 2025 di Kabupaten Ende kembali menjadi bukti nyata betapa sepak bola memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Nusa Tenggara Timur. Hampir seluruh kabupaten/kota ikut ambil bagian dalam ajang bergengsi ini, menjadikannya bukan sekadar pesta olahraga, tetapi juga wadah ekspresi, kebanggaan, dan persaudaraan masyarakat Flobamora.
Namun, di tengah antusiasme tersebut, kita juga kembali dihadapkan pada persoalan klasik: keputusan wasit yang dinilai merugikan salah satu tim. Laga perdana antara Perse Ende vs CBN Ngada, yang seharusnya menjadi tontonan menarik, sempat diwarnai protes keras dan penundaan pertandingan. Fenomena seperti ini bukan hal baru—bahkan sering muncul dalam kompetisi kelompok umur seperti Soeratin U13, U15, dan U17.
Sudah saatnya persoalan seperti ini dicarikan solusi nyata. Salah satu langkah strategis yang perlu segera diwujudkan oleh Pemerintah Provinsi NTT melalui PSSI NTT adalah penerapan teknologi Video Assistant Referee (VAR) dalam pertandingan resmi berskala regional.
VAR bukan lagi kemewahan; ia telah menjadi kebutuhan mendesak dalam dunia sepak bola modern. Teknologi ini terbukti mampu mengeliminir kesalahan fatal wasit dan meminimalkan konflik di lapangan. Contoh nyata terlihat pada final Piala Presiden U15 antara PS Malaka dan Kudus di Surabaya, di mana dua gol tim Kudus dianulir setelah pengecekan VAR yang membuktikan adanya pelanggaran. Hasilnya, pertandingan berjalan lebih adil dan transparan.
Gubernur NTT, Melki Laka Lena, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa sepak bola kini telah memasuki era industri. Pernyataan ini harus dimaknai secara luas, bukan hanya dalam konteks pembinaan dan kompetisi, tetapi juga dalam pemenuhan sarana penunjang profesionalisme pertandingan—termasuk penggunaan VAR.
Dengan hadirnya VAR di NTT, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan kompetisi akan meningkat. Wasit tak lagi menjadi kambing hitam, dan semangat fair play benar-benar dapat diwujudkan di lapangan. Lebih jauh lagi, penerapan VAR akan mendorong wajah sepak bola NTT menjadi lebih modern, kredibel, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional.
Oleh karena itu, sudah saatnya Pemerintah Provinsi NTT bersama PSSI NTT untuk mulai merancang langkah konkret menghadirkan VAR dalam setiap kompetisi resmi di daerah ini. Mungkin tidak langsung di semua kabupaten, tetapi dapat dimulai dari turnamen besar seperti ETMC dan Soeratin Cup.
Sudah saatnya NTT bangkit.
Sudah saatnya sepak bola Flobamora memasuki babak baru yang lebih profesional dan berintegritas.
Ayo Bangun Sepak Bola, Ayo Bangun NTT!

















