banner 728x250

43 Desa di Malaka Masih Gunakan Tiang Kayu, Agustinus Nahak Desak PLN Ganti Demi Keselamatan Warga

banner 120x600
banner 468x60

MALAKA, Radar Perbatasan —

Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Fraksi Partai Golkar sekaligus Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Agustinus Nahak, mendesak PLN Wilayah NTT segera mengganti tiang listrik kayu di sejumlah desa di Kabupaten Malaka yang dinilai sudah tidak memenuhi standar keselamatan.

banner 325x300

Menurut Agustinus, penggunaan tiang kayu sangat berisiko, terutama saat musim hujan, karena mudah lapuk dan berpotensi menyebabkan korsleting listrik.

“Tiang kayu sangat berbahaya jika basah dan kabelnya konslet. PLN harus segera mengganti dengan tiang beton atau besi sesuai standar. Masyarakat sudah membayar biaya pemasangan, termasuk tiang, jadi ini tanggung jawab PLN,” tegas Agustinus Nahak, Sabtu (8/11/2025) di Malaka.

Hasil Reses: 43 Desa Masih Gunakan Tiang Kayu

Berdasarkan hasil reses di Desa Lakulo dan Desa Leunklot, Kecamatan Weliman, serta laporan dari berbagai wilayah lain, Agustinus menemukan 43 desa dan puluhan dusun di Kabupaten Malaka yang hingga kini masih menggunakan tiang kayu, bahkan sebagian belum memiliki jaringan listrik sama sekali.

Politisi Golkar itu menilai kondisi tersebut tidak hanya menghambat pelayanan listrik, tetapi juga mengancam keselamatan warga setiap kali terjadi hujan lebat atau angin kencang.

“Program Indonesia Terang yang dicanangkan Presiden Jokowi harus diwujudkan di Malaka. PLN harus hadir memastikan listrik yang aman dan layak bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Kasus Mendesak di Desa Tunmat

Salah satu kasus paling serius terjadi di Dusun Bubun, Desa Tunmat, Kecamatan Io Kufeu. Warga telah melaporkan keterbatasan jaringan listrik ke PLN Wilayah Kupang sejak 2023, namun hingga kini belum ada realisasi karena jarak jaringan yang jauh.

“Saya minta PLN mempertimbangkan menarik jaringan dari arah Oelolok, Kabupaten TTU, karena lebih dekat dan efisien,” kata Agustinus.
“Solusi teknis harus segera ditemukan agar warga tidak terus hidup dalam situasi rawan listrik.”

Daftar 43 Desa/Dusun di Malaka yang Masih Gunakan Tiang Kayu atau Belum Ada Jaringan Listrik

Berikut hasil inventarisasi lapangan yang disampaikan Agustinus Nahak kepada PLN:

1. Desa Lakulo: Kabukalaran, Umaklaran, Kakeutatuik, Umalortoos

2. Desa Forekmodok: Pates, Sirai, Kabuka

3. Desa Kleseleon

4. Desa Bereliku: Marobo

5. Desa Tunmat: Bubun

6. Desa Bonibais: Abatbot

7. Desa Besikama

8. Desa Naas: Abat, Hasleon

9. Desa Babulu Selatan: Beitahu

10. Desa Muke: Muke, Oekaem, Nuntae

11. Desa Bonetasea: Loomota Tasea, Lorosae, Dara, Kotabone, Mamulak

12. Desa Beaneno

13. Desa Alala

14. Desa Tafuli

15. Desa Fafoe: Katara B, Fukalaran, Sukabilaran A & B, Tuasikun

16. Desa Rabasa Hain: Loofoun, Klisuk

17. Desa Sikun: Lakulo Weain, Tooskiar

18. Desa Umatoos: Beilout, Loomota Besin

19. Desa Angkaes: Beibau, Umamamulak, Umarik, Umamanfatin

20. Desa Babotin Selatan: Kapitan

21. Desa Leunklot (Kec. Weliman): Kakait

22. Desa As Manulea: Kakase C, Nuntoen

23. Desa Numponi: Tatemee, Manuinpui, Meni, Kapitan, Basnaba

24. Desa Naimana: Manubay Timur, sebagian Kobadiin

25. Desa Laleten

26. Desa Umalor: Umamolin, Lawalu, Umalor, Balila, Lawain

27. Desa Oanmane: Busabelo, Manuoan

28. Desa Lasaen: Umamota, Katara

29. Desa Wekeke: Kbubur Odan

30. Desa Nanebot: Boneoan

31. Desa Saenama: Akalaran, Wekfae

32. Desa Sanleo: Tudus, Kakeutaruin

33. Desa Dirma: Kakiba

34. Desa Naisau: Monemnasi (sebagian belum ada tiang listrik)

35. Desa Alas: Aimalirin

36. Desa Halibasar: Fatunesun, Halibasar C

37. Desa Naet: Sukabibot, Halibot, Leofoun, Enohas, Sein, Arak, Leosamer

38. Desa Litamali: Wemasa, Wesuma, Sukabisikun, Loodik

39. Desa Kamanasa: Fohoterin

40. Desa Tunabesi: Netbaun

41. Desa Bani-Bani: Etu Bani-Bani

42. Desa Lamea: Manlea, Umafukun, Weakar A & B

43. Desa Boen: Oebubun, Biemuti, Kenena, Toekiu

 

PLN Didorong Segera Eksekusi

Agustinus berharap PLN Wilayah NTT segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan mengirim tim teknis untuk memetakan kondisi jaringan di lapangan.

“Kami dorong PLN segera turun dan eksekusi. Jangan tunggu ada korban baru bergerak. Ini soal keselamatan dan hak dasar masyarakat untuk menikmati listrik yang layak,” tegasnya.

 

Ia menutup dengan harapan agar seluruh wilayah Malaka segera mendapat jaringan listrik yang aman dan berkualitas.

“Kita ingin seluruh desa di Malaka terang, aman, dan masyarakat bisa menikmati pembangunan secara merata,” pungkasnya.

Editor: Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!