MALAKA, Radar Perbatasan —
Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Fraksi Partai Golkar sekaligus Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Agustinus Nahak, mendesak PLN Wilayah NTT segera mengganti tiang listrik kayu di sejumlah desa di Kabupaten Malaka yang dinilai sudah tidak memenuhi standar keselamatan.
Menurut Agustinus, penggunaan tiang kayu sangat berisiko, terutama saat musim hujan, karena mudah lapuk dan berpotensi menyebabkan korsleting listrik.
“Tiang kayu sangat berbahaya jika basah dan kabelnya konslet. PLN harus segera mengganti dengan tiang beton atau besi sesuai standar. Masyarakat sudah membayar biaya pemasangan, termasuk tiang, jadi ini tanggung jawab PLN,” tegas Agustinus Nahak, Sabtu (8/11/2025) di Malaka.
Hasil Reses: 43 Desa Masih Gunakan Tiang Kayu
Berdasarkan hasil reses di Desa Lakulo dan Desa Leunklot, Kecamatan Weliman, serta laporan dari berbagai wilayah lain, Agustinus menemukan 43 desa dan puluhan dusun di Kabupaten Malaka yang hingga kini masih menggunakan tiang kayu, bahkan sebagian belum memiliki jaringan listrik sama sekali.
Politisi Golkar itu menilai kondisi tersebut tidak hanya menghambat pelayanan listrik, tetapi juga mengancam keselamatan warga setiap kali terjadi hujan lebat atau angin kencang.
“Program Indonesia Terang yang dicanangkan Presiden Jokowi harus diwujudkan di Malaka. PLN harus hadir memastikan listrik yang aman dan layak bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.
Kasus Mendesak di Desa Tunmat
Salah satu kasus paling serius terjadi di Dusun Bubun, Desa Tunmat, Kecamatan Io Kufeu. Warga telah melaporkan keterbatasan jaringan listrik ke PLN Wilayah Kupang sejak 2023, namun hingga kini belum ada realisasi karena jarak jaringan yang jauh.
“Saya minta PLN mempertimbangkan menarik jaringan dari arah Oelolok, Kabupaten TTU, karena lebih dekat dan efisien,” kata Agustinus.
“Solusi teknis harus segera ditemukan agar warga tidak terus hidup dalam situasi rawan listrik.”
Daftar 43 Desa/Dusun di Malaka yang Masih Gunakan Tiang Kayu atau Belum Ada Jaringan Listrik
Berikut hasil inventarisasi lapangan yang disampaikan Agustinus Nahak kepada PLN:
1. Desa Lakulo: Kabukalaran, Umaklaran, Kakeutatuik, Umalortoos
2. Desa Forekmodok: Pates, Sirai, Kabuka
3. Desa Kleseleon
4. Desa Bereliku: Marobo
5. Desa Tunmat: Bubun
6. Desa Bonibais: Abatbot
7. Desa Besikama
8. Desa Naas: Abat, Hasleon
9. Desa Babulu Selatan: Beitahu
10. Desa Muke: Muke, Oekaem, Nuntae
11. Desa Bonetasea: Loomota Tasea, Lorosae, Dara, Kotabone, Mamulak
12. Desa Beaneno
13. Desa Alala
14. Desa Tafuli
15. Desa Fafoe: Katara B, Fukalaran, Sukabilaran A & B, Tuasikun
16. Desa Rabasa Hain: Loofoun, Klisuk
17. Desa Sikun: Lakulo Weain, Tooskiar
18. Desa Umatoos: Beilout, Loomota Besin
19. Desa Angkaes: Beibau, Umamamulak, Umarik, Umamanfatin
20. Desa Babotin Selatan: Kapitan
21. Desa Leunklot (Kec. Weliman): Kakait
22. Desa As Manulea: Kakase C, Nuntoen
23. Desa Numponi: Tatemee, Manuinpui, Meni, Kapitan, Basnaba
24. Desa Naimana: Manubay Timur, sebagian Kobadiin
25. Desa Laleten
26. Desa Umalor: Umamolin, Lawalu, Umalor, Balila, Lawain
27. Desa Oanmane: Busabelo, Manuoan
28. Desa Lasaen: Umamota, Katara
29. Desa Wekeke: Kbubur Odan
30. Desa Nanebot: Boneoan
31. Desa Saenama: Akalaran, Wekfae
32. Desa Sanleo: Tudus, Kakeutaruin
33. Desa Dirma: Kakiba
34. Desa Naisau: Monemnasi (sebagian belum ada tiang listrik)
35. Desa Alas: Aimalirin
36. Desa Halibasar: Fatunesun, Halibasar C
37. Desa Naet: Sukabibot, Halibot, Leofoun, Enohas, Sein, Arak, Leosamer
38. Desa Litamali: Wemasa, Wesuma, Sukabisikun, Loodik
39. Desa Kamanasa: Fohoterin
40. Desa Tunabesi: Netbaun
41. Desa Bani-Bani: Etu Bani-Bani
42. Desa Lamea: Manlea, Umafukun, Weakar A & B
43. Desa Boen: Oebubun, Biemuti, Kenena, Toekiu
PLN Didorong Segera Eksekusi
Agustinus berharap PLN Wilayah NTT segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan mengirim tim teknis untuk memetakan kondisi jaringan di lapangan.
“Kami dorong PLN segera turun dan eksekusi. Jangan tunggu ada korban baru bergerak. Ini soal keselamatan dan hak dasar masyarakat untuk menikmati listrik yang layak,” tegasnya.
Ia menutup dengan harapan agar seluruh wilayah Malaka segera mendapat jaringan listrik yang aman dan berkualitas.
“Kita ingin seluruh desa di Malaka terang, aman, dan masyarakat bisa menikmati pembangunan secara merata,” pungkasnya.
Editor: Boni Atolan

















