banner 728x250

IPB dan Kementerian Transmigrasi Survei Potensi Komoditas Unggulan di Kawasan Transmigrasi Kobalima Timur

banner 120x600
banner 468x60

Malaka, NTT —

Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerja sama dengan Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia tengah melaksanakan survei potensi komoditas unggulan di 45 kawasan transmigrasi prioritas nasional. Salah satu kawasan yang menjadi fokus kegiatan ini adalah Kobalima Timur di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

banner 325x300

Kegiatan yang berlangsung selama 26 hari sejak 26 Oktober 2025 ini bertujuan untuk menghimpun data akurat sebagai basis kebijakan pengembangan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat di kawasan transmigrasi.

Tim survei IPB yang beranggotakan enam orang petugas menjelajahi 79 desa sampel dari total 127 desa di Kabupaten Malaka. Survei dilakukan untuk menggali berbagai potensi komoditas unggulan desa, kondisi sarana dan prasarana, keberadaan lembaga ekonomi, serta data wilayah yang dihuni transmigran maupun non-transmigran.

Selain itu, petugas juga mengumpulkan informasi mengenai pendapatan per kapita dari tiga kepala keluarga perwakilan di setiap desa, serta memetakan infrastruktur kunci seperti jaringan listrik, sumber air, dan telekomunikasi yang mendukung pengembangan potensi komoditas. Tim turut mengidentifikasi pelaku ekonomi komoditas dari hulu hingga hilir di setiap wilayah.

“Data yang kami himpun akan menjadi bahan penting bagi Kementerian Transmigrasi dalam menentukan arah kebijakan dan program pengembangan kawasan transmigrasi, termasuk investasi sektor unggulan di daerah,” ujar Rizky Darmawan, Surveyor Tim Penjelajah Transmigrasi IPB, saat ditemui di Desa Lakekun Barat, Kabupaten Malaka, Sabtu (1/11/2025).

Survei ini tidak hanya dilakukan di Malaka, tetapi juga mencakup dua kabupaten lainnya di Provinsi NTT, yakni Belu dan Timor Tengah Utara (TTU). Ketiga wilayah tersebut masuk dalam kawasan transmigrasi prioritas nasional.

Melalui survei ini, diharapkan Kementerian Transmigrasi dapat merumuskan kebijakan yang tepat dan mendorong masuknya investasi baru di kawasan yang memiliki potensi ekonomi tinggi. Dengan begitu, pengembangan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat di wilayah transmigrasi dapat berjalan lebih berkelanjutan dan berdampak nyata bagi warga.

Editor : Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!