banner 728x250

Tiga Desa di Malaka Siap Tanam Bambu Lindungi Tanggul DAS Benenai

banner 120x600
banner 468x60

Malaka, NTT —31 – Oktober 2025

Tiga desa di Kabupaten Malaka menyatakan komitmen kuat untuk menanam anakan bambu di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Benenai guna melindungi tanggul penahan banjir yang dibangun Pemerintah Kabupaten Malaka melalui program unggulan Pembangunan Infrastruktur Bencana di bawah kepemimpinan Bupati Stefanus Bria Seran dan Wakil Bupati Henri Melki Simu.

banner 325x300

Tiga desa tersebut yakni Desa Naimana di Kecamatan Malaka Tengah, serta Desa Motaain dan Desa Oanmane di Kecamatan Malaka Barat. Ketiganya bertekad menjaga dan merawat infrastruktur tanggul melalui program penanaman bambu yang akan dibiayai dari APBDes tahun 2026.

Kades Naimana: Target 3.000 Anakan Bambu di Dua Lapisan

Kepala Desa Naimana, Maria Rosariana Seran, menjelaskan bahwa pihaknya telah lebih dahulu menanam sekitar 700 anakan bambu di sepanjang tanggul lama. Saat ini, sebanyak 1.000 anakan baru telah disiapkan untuk ditanam pada musim penghujan tahun ini, dengan target total 3.000 anakan bambu ditanam dalam dua lapisan di sepanjang bangunan tanggul.

“Program ini sudah menjadi prioritas dalam penggunaan dana desa. Kami ingin memastikan tanggul yang sudah dibangun pemerintah tetap kuat dan berfungsi melindungi masyarakat dari banjir,” ujar Ana Seran.

Ia menambahkan, Desa Naimana telah menyiapkan pembibitan bambu secara mandiri. “Kami siap membantu desa lain yang membutuhkan bibit bambu,” katanya.

Desa Motaain: Komitmen Rawat Tanggul di Daerah Hilir

Sementara itu, Kepala Desa Motaain, Ambros, menyampaikan bahwa masyarakat di wilayah hilir juga telah memulai penanaman bambu di titik-titik rawan banjir pada musim hujan sebelumnya.

“Pemerintah sudah membangun tanggul yang bagus. Sekarang kewajiban kami, desa bersama masyarakat, untuk menjaga dan merawatnya. Program penanaman bambu ini sudah menjadi komitmen bersama,” tegas Ambros.

Ia menjelaskan, penanaman akan terus dilakukan setiap musim penghujan dan akan dianggarkan secara rutin melalui APBDes untuk penyiapan bibit serta perawatan anakan bambu.

Desa Oanmane: Pelestarian Lingkungan Jadi Gerakan Bersama

Kepala Desa Oanmane, Nor Nahak, mengungkapkan bahwa warganya telah melakukan aksi penanaman bambu di sepanjang bantaran DAS Benenai sebagai langkah menjaga tanggul agar tidak mudah rusak akibat banjir bandang.

“Setelah tanggul selesai dibangun, langkah selanjutnya adalah perawatan dengan menanam bambu di sepanjang areal sungai. Penanaman ini sudah dilakukan dan akan terus dilanjutkan setiap musim hujan,” jelas Nor Nahak.

Ia menambahkan, Desa Oanmane kerap dilanda banjir bandang sebelum pembangunan tanggul. Kini, masyarakat bersyukur atas program Pembangunan Infrastruktur Bencana Kabupaten Malaka 2025–2030 yang membawa manfaat besar bagi keselamatan dan kesejahteraan warga.

“Investasi yang sudah dibangun pemerintah harus dijaga bersama agar memberikan manfaat jangka panjang,” tegasnya.

Menjaga Alam, Menjaga Kehidupan

Penanaman bambu di sepanjang bantaran DAS Benenai bukan sekadar upaya menjaga tanggul dari kerusakan, tetapi juga bentuk nyata pelestarian lingkungan. Akar bambu yang kuat mampu menahan erosi, memperkuat tebing sungai, dan menyerap air lebih baik saat musim hujan.

Langkah gotong royong masyarakat Naimana, Motaain, dan Oanmane menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Malaka untuk berperan aktif dalam mitigasi bencana dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

Dengan semangat “Menanam Bambu Hari Ini, Menyelamatkan Generasi Besok”, warga Malaka menunjukkan bahwa menjaga infrastruktur berarti juga menjaga alam dan kehidupan.

Laporan/Editor : Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!