banner 728x250

Ketua TP PKK Laenmanen Siap Rapatkan Barisan, Minimalisir Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

banner 120x600
banner 468x60

Malaka, NTT —

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Laenmanen, Yuliati Rodanty Bere, menegaskan komitmennya untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi antar-TP PKK di tingkat kecamatan dan desa guna meminimalisir kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayahnya.

banner 325x300

Pernyataan itu disampaikan Yuliati disela kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak yang digelar di Desa Nauke Kusa, Rabu (29/10/2025). Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan TP PKK Kabupaten Malaka, para kepala desa, perangkat desa, serta kader PKK dari sembilan desa di Kecamatan Laenmanen.

“Kegiatan ini menjadi momentum penting dan alarm bagi kita semua, khususnya TP PKK di kecamatan dan desa, untuk bekerja lebih serius dalam meminimalisir berbagai bentuk kekerasan, baik fisik maupun seksual, yang masih terjadi terhadap perempuan dan anak,” ujar Yuliati.

Menurutnya, persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan isu nasional yang membutuhkan perhatian lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat di tingkat dusun. Ia menekankan pentingnya sinergi antara TP PKK, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan lembaga pendidikan dalam upaya pencegahan.

“Kekerasan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Karena itu, semua pihak harus berkolaborasi untuk menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan dan anak,” tambahnya.

Yuliati juga menegaskan bahwa TP PKK Kecamatan Laenmanen siap mendukung program-program pemerintah daerah Kabupaten Malaka dalam penguatan peran keluarga sebagai benteng utama perlindungan anak dan perempuan.

Sementara itu, perwakilan TP PKK Kabupaten Malaka yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas inisiatif TP PKK Kecamatan Laenmanen yang dinilai responsif terhadap isu sosial di masyarakat.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat meningkat dan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kecamatan Laenmanen dapat ditekan secara signifikan.

“Kami tidak ingin hanya berhenti di sosialisasi. Setelah ini, kami akan bergerak ke lapangan, memastikan setiap desa memiliki kader PKK yang memahami cara deteksi dini dan pendampingan bagi korban,” tutup Yuliati Rodanty Bere.

Editor : Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!