banner 728x250

Warga Oanmane – Malaka Tanam Bambu Lindungi Tanggul di Sepanjang DAS Benenai

banner 120x600
banner 468x60

Malaka, NTT —

Warga Desa Oanmane, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), melakukan aksi penanaman anakan bambu di sepanjang bantaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Benenai. Kegiatan ini bertujuan untuk melindungi dan merawat tanggul penahan banjir yang dibangun Pemerintah Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran – Henri Melki Simu.

banner 325x300

Inisiatif penanaman bambu tersebut digagas oleh Kepala Desa Oanmane, Nor Nahak, bersama aparat desa, dengan dukungan penuh dari para pemuka adat dan tokoh masyarakat setempat.

Nor Nahak menjelaskan, penanaman bambu merupakan langkah responsif pemerintah desa bersama warga untuk menjaga tanggul agar tidak mudah rusak atau tergerus banjir bandang Benenai yang kerap melanda setiap musim penghujan.

“Program ini muncul sejalan dengan pembangunan tanggul penahan banjir di Desa Oanmane yang telah rampung dikerjakan. Setelah tanggul selesai, langkah selanjutnya adalah perawatan dengan cara menanam bambu di sepanjang areal DAS,” ujarnya.

Ia menambahkan, penanaman telah dilakukan pada musim penghujan sebelumnya dan akan dilanjutkan kembali pada musim hujan mendatang. Pemerintah desa bersama warga berkomitmen memastikan anakan bambu tetap hidup dan tumbuh agar berfungsi menjaga kekuatan serta keawetan tanggul.

Sejak Desa Oanmane ditetapkan sebagai desa definitif, wilayah tersebut hampir setiap tahun dilanda banjir bandang dari Sungai Benenai. Dampaknya meluas ke berbagai aspek kehidupan: infrastruktur jalan rusak, fasilitas publik terganggu, pemukiman terendam, hingga hasil pertanian masyarakat gagal panen.

Berdasarkan pengalaman tersebut, masyarakat kini bertekad untuk terus bergotong royong menanam bambu setiap musim penghujan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana sekaligus pelestarian lingkungan.

Warga juga menyampaikan rasa syukur atas pembangunan tanggul penahan banjir melalui program Pembangunan Infrastruktur Bencana Kabupaten Malaka 2025–2030, yang dinilai membawa manfaat besar bagi keselamatan dan kesejahteraan warga Oanmane, khususnya di wilayah hilir DAS Benenai.

“Investasi yang sudah dibangun pemerintah harus dijaga dan dirawat bersama agar tetap memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” tegas Kades Nor.

 

Menjaga Alam, Menjaga Kehidupan

Upaya warga Oanmane menanam bambu di sepanjang bantaran sungai bukan hanya menjaga tanggul dari kerusakan, tetapi juga langkah nyata dalam melestarikan lingkungan hidup. Bambu memiliki akar kuat yang mampu menahan erosi, memperkuat tebing sungai, serta menyerap air lebih baik saat musim hujan.

Langkah ini patut menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Malaka dan NTT pada umumnya untuk terus menanam pohon sebagai bagian dari adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Semangat gotong royong dan kepedulian warga Oanmane membuktikan bahwa pelestarian lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Menanam bambu hari ini, menyelamatkan generasi besok.

Editor: Boni Atolan

 

banner 325x300
error: Content is protected !!