banner 728x250

NTT Mulai Revolusi Pendidikan dari Sekolah dan Keluarga, Gubernur Melki Laka Lena Ajak Semua Pihak Terlibat

banner 120x600
banner 468x60

Kota Kupang, 27 Oktober 2025 –

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena mengajak seluruh kepala sekolah, guru, pengurus OSIS, dan masyarakat untuk membangun NTT melalui pendidikan yang berkarakter, bermoral, dan berjiwa wirausaha.

banner 325x300

Hal itu disampaikan Gubernur Melki dalam dialog dengan para pemangku pendidikan SMA, SMK, dan SLB se-Kota Kupang di Aula SMA Negeri 2 Kupang, Senin (27/10/2025), dengan tema “Ayo Bangun NTT dari Sekolah.”

Gubernur menekankan, perjuangan membangun sumber daya manusia NTT tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada sekolah. “Rumah adalah sekolah pertama, orang tua adalah guru pertama, dan masyarakat adalah ruang belajar sesungguhnya,” ujar Melki.

Dalam dialog yang berlangsung hangat dan terbuka, muncul berbagai gagasan penting terkait mutu pendidikan, pembatasan penggunaan gawai, ruang ekspresi seni, hingga pengembangan kewirausahaan siswa.

Mengenai penggunaan handphone di sekolah, Gubernur Melki menegaskan, “HP tidak haram, tapi perlu sensor moral. Harus ada jam-jam tanpa gawai, baik di sekolah maupun di rumah, agar anak-anak tidak terjerumus.”

Sebagai bagian dari penguatan pendidikan kewirausahaan, Pemprov NTT akan mengembangkan program One School One Product (OSOP) dengan jalur pemasaran di NTT Mart. Produk karya siswa bisa dibeli guru, orang tua, dan masyarakat, sehingga ekonomi pendidikan hidup dan saling mendukung.

Gubernur juga mendorong pembukaan ruang ekspresi seni dan budaya bagi pelajar SMA/SMK melalui panggung RRI dan Dinas Pariwisata. “Sekolah bukan hanya tempat belajar akademik, tapi juga ruang tumbuhnya kreativitas dan karakter,” tambah Melki.

Selain itu, Gubernur Melki mengusulkan program “Jam Belajar Keluarga” setiap sore pukul 17.30–19.00 Wita, sebagai waktu bagi orang tua dan anak untuk belajar, berdialog, dan berdoa bersama di rumah.

Gubernur Melki Laka Lena menegaskan, revolusi pendidikan NTT harus dimulai dari sekolah, keluarga, dan masyarakat yang peduli. “Mari kita wujudkan pendidikan NTT bukan hanya dengan kurikulum, tapi dengan hati, keteladanan, dan cinta bagi anak-anak kita,” pungkasnya. .

Editor : Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!