banner 728x250

Peternak Unggas Bintan Keluhkan Harga Ayam Hidup Tak Berpihak, DPR Siap Dorong Evaluasi Kebijakan Pusat

Biaya pakan dan logistik tinggi di wilayah kepulauan dinilai belum tercermin dalam harga acuan nasional ayam hidup yang ditetapkan pemerintah

banner 120x600
banner 468x60

Radar Perbatasan, Batam – Pengurus Asosiasi Peternak Unggas Bintan (APUB) menemui anggota DPR RI Komisi III, Rizky Faisal, pada Minggu, 26 Oktober 2025 untuk menyampaikan keluhan terkait harga ayam hidup (livebird) yang dinilai belum berpihak pada peternak di wilayah kepulauan.

Ketua APUB, Rianto, mengatakan harga acuan daging ayam ras hidup yang ditetapkan Badan Pangan Nasional (Bapanas) sebesar Rp25.000 per kilogram belum mencerminkan kondisi riil biaya produksi di daerah seperti Bintan.

banner 325x300

“Harga acuan itu belum mempertimbangkan tingginya ongkos pakan dan transportasi di wilayah kepulauan seperti Bintan. Peternak sering kali harus menanggung rugi,” ujar Rianto.

Menurutnya, jarak distribusi pakan dari luar daerah dan ketergantungan pada jalur laut membuat biaya logistik membengkak. Kondisi ini menyebabkan harga jual ayam hidup di tingkat peternak sulit bersaing dengan wilayah daratan utama di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Rizky Faisal menyatakan siap membantu menjembatani komunikasi antara APUB dan Komisi IV DPR RI, yang membidangi urusan pertanian, pangan, dan peternakan.

“Kami akan dorong agar isu ini mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat, terutama terkait biaya logistik dan distribusi yang menjadi beban utama peternak di daerah kepulauan,” kata Rizky.

Rizky menilai, kebijakan harga pangan nasional seharusnya memperhitungkan keragaman geografis Indonesia. Dia berharap pemerintah pusat dapat lebih adaptif terhadap karakteristik daerah, khususnya wilayah kepulauan seperti Bintan.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Bintan, Asy Syukri, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, menyampaikan apresiasinya kepada Rizky Faisal yang telah memfasilitasi pertemuan tersebut.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Rizky Faisal yang telah sudi menerima kami. Para peternak merasa sangat puas karena unek-unek yang mendesak akhirnya tersampaikan,” ujar Asy Syukri.

Dia menambahkan, sebelumnya para peternak juga telah menyampaikan persoalan serupa kepada Bupati Bintan. Pemerintah daerah, kata dia, juga berkomitmen memperjuangkan nasib peternak lokal agar suara mereka didengar oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas).

“Mudah-mudahan perjuangan ini bisa membuahkan hasil yang maksimal,” ucapnya.

Pertemuan antara APUB, perwakilan pemerintah daerah, dan DPR RI diharapkan menjadi langkah awal menuju penyesuaian harga acuan ayam hidup yang lebih adil dan realistis, terutama bagi peternak di wilayah kepulauan seperti Bintan dan Kepulauan Riau.

Editor: Budi Adriansyah

banner 325x300
error: Content is protected !!