Jambi — Di balik keteduhan Desa Alang-Alang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, terdapat sosok yang namanya telah lama menjadi legenda kepemimpinan di tingkat akar rumput. Ia adalah Mappangara HK bin H. Karaka, seorang putra daerah kelahiran Wajo, 12 April 1958, yang dikenal luas sebagai tokoh masyarakat, pelestari lingkungan, sekaligus pejuang pembangunan desa berkelanjutan di Provinsi Jambi.

Kini, di usianya yang matang, Mappangara HK tetap menunjukkan semangat muda dan kepedulian tinggi terhadap kemajuan masyarakat. Baginya, pengabdian bukan sekadar jabatan, tetapi panggilan nurani yang harus dijalani dengan yakin, berdoa, dan bekerja bersama—sebuah filosofi hidup yang selalu ia pegang:
“Yakin dan berdoa, bersama kita bisa.”
Perjalanan Hidup dan Keluarga yang Menguatkan
Lahir dari keluarga sederhana di Wajo, semangat juang Mappangara tumbuh sejak kecil. Ia menempuh pendidikan dasar hingga diploma, serta memperdalam keilmuan hukum praktis dengan meraih sertifikasi Paralegal CPLA, CLA, dan C.Me.
Ia menikah dengan Ariyani binti Mustofa, kelahiran Jambi, 6 Juni 1966. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai lima anak: almarhum Purnamasar, Randi Anggara, S.H., Bagu Anggara, Ayu Andini, dan Dhino Alfisn Ramadhan.
Keluarga menjadi sumber energi dan inspirasi dalam perjalanan panjang pengabdiannya.
Tiga Dekade Mengabdi sebagai Kepala Desa
Karier kepemimpinannya dimulai sejak muda. Tahun 1988, Mappangara dipercaya menjadi Kepala Desa Alang-Alang, dan kembali terpilih pada periode 1996 serta 2004. Ia juga sempat menjabat sebagai Pejabat Sementara Kepala Desa (2004–2006).
Selama masa kepemimpinannya, Desa Alang-Alang berkembang pesat menjadi desa percontohan di berbagai bidang—lingkungan, pertanian, hingga kelautan.
Beberapa pencapaian penting di antaranya:
Juara 1 Lomba Desa Tingkat Kabupaten (1993)
Juara 2 Lomba Desa Tingkat Provinsi Jambi (1996)
Juara 1 Lomba Pemugaran Rumah Desa Terpadu (2001)
Juara 1 Pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan Kabupaten (1999)
Desa Teraman Kamtibmas se-Kabupaten Tanjung Jabung (2000)
Juara 1 Pelestarian Hutan Mangrove dan Lingkungan Hidup Tingkat Provinsi (2001)
Penerima Piagam Kalpataru dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (2006)
Ia juga menjadi pelopor budidaya tambak udang windu dan kepiting (1995–1997) serta uji coba listrik tenaga bayu (1988) — langkah visioner untuk ukuran desa di masa itu.
Pelestari Lingkungan dan “Duta Mangrove” Nasional
Kecintaannya terhadap alam menjadikan Mappangara dikenal sebagai Duta Mangrove Cagar Alam Pantai Timur Jambi (2001–2003) yang ditetapkan oleh Menteri Kehutanan RI.
Ia memimpin langsung berbagai aksi pelestarian hutan bakau, penanaman bibit mangrove, dan menjalin kerja sama dengan lembaga nasional dan internasional seperti JICA Jepang serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi.
Desanya menjadi tuan rumah berbagai kegiatan lingkungan nasional, antara lain:
Penanaman 5.000 bibit bakau bersama mahasiswa pertanian se-Indonesia (1998)
Pembibitan 500.000 bibit mangrove menggunakan polybag (1998–1999)
Aksi massal penanaman bakau bersama LSM dan BRLKT Jambi (1997–1999)
Komitmennya menjadikan Mappangara simbol pelestarian lingkungan hidup berbasis masyarakat desa di Provinsi Jambi.
Pemimpin yang Aktif dalam Dunia Organisasi
Selain di pemerintahan desa, Mappangara juga dikenal aktif di berbagai organisasi sosial dan profesional. Ia pernah menjabat sebagai:
Ketua Forum Komunikasi Kabupaten Tanjung Jabung Barat & Timur (1999–2004)
Ketua DPW Ikatan Pemuda Indonesia (IPI) Provinsi Jambi (1995–2000)
Ketua Umum Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Provinsi Jambi (2012–sekarang)
(dengan SK dari Jenderal Pol (Purn.) Prof. Drs. Da’i Bachtiar, S.H., M.A., Ketua Presidium LCKI Pusat)
Ketua Umum Perhimpunan Bakti Kepala Desa Provinsi Jambi (2024–2029)
Ketua DPW Rumah Hukum Indonesia Provinsi Jambi (2025–2030)
Koordinator Wilayah Sumatera Badan Pariwisata Nusantara (BATARA) (2025)
Direktur Bimbel Ibnu Chaldun Jambi (2017–2019)
Penghargaan Nasional: Bukti Dedikasi dan Integritas
Tahun 2024, Mappangara kembali mengharumkan nama Provinsi Jambi di tingkat nasional. Pada Oktober 2024, ia terpilih secara acak dan melalui hasil wawancara mewakili Provinsi Jambi untuk menerima Piagam Penghargaan Berprestasi di Bidang Kepedulian terhadap Pencegahan Kejahatan.
Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang Profesi Award Tingkat Nasional, bertempat di hotel berbintang lima di Jakarta, oleh Ketua Panitia Sudrajat, S.Pd dan Pembina Dr. (H.C.) Erman Suparni, S.H., M.H., M.Si — mantan Anggota DPR RI sekaligus mantan Menteri Tenaga Kerja di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Tak berhenti di situ, pada 28 Juni 2025, Mappangara HK kembali menerima Piagam Penghargaan Profesi Award sebagai Profesional Berprestasi Indonesia dalam acara HUT ke-497 Ibu Kota Jakarta yang digelar di Hotel Balairung Jakarta.
Piagam diserahkan langsung oleh Dr. (H.) Ir. Erman Suparno, M.B.A., M.Si, selaku Dewan Penasehat Profesi Nasional.
Dua penghargaan bergengsi ini menegaskan peran Mappangara sebagai tokoh inspiratif yang berkontribusi nyata dalam bidang sosial, hukum, dan kemanusiaan.
Dunia Usaha dan Kemandirian Ekonomi
Selain berorganisasi, Mappangara juga sukses berwirausaha. Ia pernah menjadi Direktur CV Sinar Pagi (2005–2008) yang bergerak di bidang pengadaan bibit, listrik tenaga diesel, dan distribusi pupuk.
Pada tahun 2004–2005, ia bahkan mengekspor arang tempurung ke Hong Kong melalui Pelabuhan Samudra Sabak.
Aktivitas ini membuktikan bahwa seorang tokoh desa juga bisa mandiri dan kreatif dalam membangun ekonomi lokal.
Pendidikan, Penghargaan, dan Dedikasi
Mappangara dikenal bukan hanya sebagai pemimpin lapangan, tetapi juga penggerak pendidikan masyarakat. Ia menjadi Pelaksana Tutor Paket A dan B Terbaik se-Provinsi Jambi (1994–1997) dan penyelenggara berbagai pelatihan kerja dari BLKI Jambi di bidang menjahit, peternakan, dan pertanian.
Hobi, Filsafat, dan Pesan untuk Generasi Muda
Di sela kesibukannya, Mappangara gemar membaca, berolahraga, berwisata, dan bersosialisasi. Ia percaya bahwa manusia harus terus belajar, menjaga kesehatan, dan membangun relasi untuk kebaikan bersama.
“Banyak cobaan datang dari keluarga dan teman terdekat, tetapi dengan keikhlasan, rasa tanggung jawab, serta dukungan orang-orang baik, semuanya bisa dilalui,” ujarnya.
“Kuncinya adalah yakin, sabar, dan terus berbuat untuk masyarakat.”
Pesannya kepada generasi muda sangat kuat:
“Jadilah orang yang berguna bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Tetap semangat, berikan yang terbaik untuk NKRI. Jangan berhenti belajar, karena masa depan ada di tangan kalian.”
Penutup
Perjalanan panjang Mappangara HK adalah bukti nyata bahwa kepemimpinan sejati tumbuh dari ketulusan melayani, bukan dari ambisi pribadi. Ia bukan hanya tokoh desa, tetapi teladan bagi generasi muda Indonesia tentang arti kerja keras, cinta lingkungan, dan pengabdian tanpa batas.
Dari Desa Alang-Alang hingga ke panggung nasional, nama Mappangara HK telah menorehkan jejak inspiratif — membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari satu desa, satu pemimpin, dan satu tekad yang tulus.
Editor: Boni Atolan

















