Malaka, 23 Oktober 2025 —
Pemerintah Desa Lakekun Barat di bawah kepemimpinan Kepala Desa Hendrikus Seran terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperjuangkan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi seluruh warganya. Kamis (23/10/2025), Hendrikus Seran bersama jajarannya melaksanakan survei lapangan ke sumber mata air We Onu, yang terletak di wilayah setempat.
Kegiatan survei tersebut menggandeng Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Solar Chapter, sebagai mitra dalam kajian dan perencanaan pemanfaatan sumber air bersih. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan empat dusun di Desa Lakekun Barat yang hingga kini belum memiliki akses air bersih memadai, yaitu Dusun Aimalae, Tolaran, Solo, dan We Serin.
Menurut Kepala Desa Lakekun Barat, Hendrikus Seran, survei kali ini merupakan langkah awal menuju kolaborasi konkret antara pemerintah desa dan LSM Solar Chapter. “Kita menunggu hasil kajian lanjutan dari tim survei. Setelah mereka menyelesaikan analisis dan perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB), baru kita duduk bersama untuk menyepakati bentuk kerja sama dan sistem pemeliharaan berkelanjutan,” ujar Hendrikus.
Ia menegaskan, selain fokus pada pembangunan fisik, pemerintah desa juga akan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam gotong royong, serta menjaga dan merawat fasilitas yang nantinya akan dibangun. “Kami ingin masyarakat ikut memiliki dan bertanggung jawab terhadap apa yang telah dibangun bersama,” tambahnya.
Rencananya, tim dari LSM Solar Chapter akan kembali hadir di Desa Lakekun Barat pada 6 November 2025 untuk memaparkan hasil kajian mereka sekaligus berpartisipasi dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrembangdes) yang juga dijadwalkan pada tanggal yang sama.
Hendrikus menegaskan bahwa isu ketersediaan air bersih akan menjadi salah satu prioritas utama dalam peringkat program Musrembangdes tahun ini, mengingat kebutuhan tersebut telah diusulkan oleh empat dusun dalam forum Musyawarah Dusun (Musdus) sebelumnya.
Empat dusun di bagian perbukitan Desa Lakekun Barat memang selama ini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kondisi geografis yang berada di ketinggian. Karena itu, kehadiran program kolaboratif antara desa dan LSM ini diharapkan menjadi solusi nyata bagi warga yang selama ini harus berjalan jauh untuk mendapatkan air layak konsumsi.
“Harapan kami, hasil survei dan rencana kerja sama ini bisa segera terealisasi sehingga masyarakat di keempat dusun tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih,” pungkas Hendrikus Seran.
Editor : Boni Atolan

















