banner 728x250

Gubernur NTT Pimpin Rapat Strategis Perkuat Ekonomi Pesisir dan Percepat Penanganan Gizi di Daerah 3T

Dua agenda besar dorong kesejahteraan masyarakat Nusa Tenggara Timur

banner 120x600
banner 468x60

Kupang, 22 Oktober 2025 –

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, hari ini mengikuti dua rapat penting yang menjadi kunci percepatan pembangunan ekonomi pesisir dan penanganan gizi di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di provinsinya.

banner 325x300

Agenda pertama membahas percepatan pengusulan Program Kampung Nelayan yang digagas oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Program ini menawarkan investasi bernilai hingga Rp20 miliar per kampung nelayan, dengan tujuan mengangkat perekonomian masyarakat pesisir NTT secara signifikan.

Melki Laka Lena menegaskan pentingnya kesiapan setiap kabupaten dalam menyiapkan lahan dan administrasi pendukung. “NTT harus menjadi provinsi prioritas, jangan sampai peluang besar ini terlewat hanya karena kita kurang siap,” ujarnya tegas kepada jajaran bupati, wakil bupati, dan sekretaris daerah yang hadir.

KKP telah menetapkan kabupaten Alor, Flores Timur, Sikka, Kupang, dan Manggarai Barat sebagai tahap awal pelaksanaan program. Namun Gubernur mendorong agar setiap kabupaten dapat mengusulkan dua hingga tiga lokasi sekaligus, demi percepatan dan skala dampak yang lebih luas. Program ini bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan investasi strategis untuk masa depan masyarakat pesisir NTT.

Agenda kedua yang diikuti Gubernur adalah Rapat Percepatan Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan PT Krakatau Steel. Fokus rapat adalah memastikan tidak ada anak-anak dan ibu hamil di NTT yang kehilangan masa depan akibat masalah gizi buruk.

Program SPPG menargetkan pembangunan 6.000 dapur gizi di seluruh Indonesia, dengan NTT menjadi salah satu daerah prioritas utama. Dukungan dari Krakatau Steel dan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan difokuskan pada aspek logistik, pelatihan tenaga pelaksana, hingga sertifikasi halal bagi dapur gizi tersebut.

Melki Laka Lena mengimbau seluruh kepala daerah di NTT untuk bekerja cepat, kolaboratif, dan sungguh-sungguh dalam mewujudkan program-program tersebut. “Kita ingin hasil nyata, bukan seremonial. Mari buktikan bahwa NTT mampu, punya semangat, dan berani berjuang demi kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.

Rapat ini dihadiri oleh Plt. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDE SPKP) KKP, Machmud; perwakilan KKP Budi Yuwono; Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hidayana; Direktur PT Krakatau Steel Akbar Johan; serta para bupati, wakil bupati, dan pejabat terkait dari wilayah prioritas.


Editor : Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!