banner 728x250

Gubernur Melki Laka Lena Dukung Percepatan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut di Larantuka

banner 120x600
banner 468x60

Kupang, 20 Oktober 2025 –

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, memberikan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) di Larantuka, Flores. Hal ini disampaikan saat menerima audiensi tim Tidal Bridge dari Belanda di Ruang Rapat Gubernur, Senin (20/10).

banner 325x300

Menurut Gubernur Melki, proyek energi baru terbarukan ini sangat strategis untuk mengatasi kekurangan pasokan listrik di wilayah timur Pulau Flores, terutama pada masa puncak penggunaan listrik yang saat ini sudah tergolong kritis. “Potensi arus lautnya bisa digunakan untuk membantu kekurangan listrik di Flores saat ini. Ini adalah bagian dari energi baru terbarukan yang mesti kita dorong untuk dipakai,” ujarnya.

Gubernur Melki juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta pihak terkait guna mempercepat pelaksanaan proyek ini. Ia menyoroti bahwa selama sepuluh tahun terakhir, perkembangan proyek PLTAL relatif stagnan dan berjanji akan memfasilitasi agar proyek tersebut dapat segera terealisasi dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat NTT.

Proyek PLTAL yang terintegrasi dengan jembatan Pancasila Palmerah di Selat Larantuka ini ditargetkan mampu menghasilkan listrik hingga 100 megawatt (MW) dan memiliki dukungan pendanaan dari Bank Pembangunan Belanda (FMO/Invest International). Namun, sejumlah dokumen izin lingkungan, termasuk AMDAL, perlu diperbarui agar proyek dapat terus berjalan.

Kepala Dinas ESDM Provinsi NTT, Rosye Hedwine, menambahkan bahwa proyek ini telah masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), namun masih perlu memenuhi beberapa persyaratan administratif untuk ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), antara lain dokumen studi kelayakan, manajemen risiko, master plan, dokumen lingkungan, dan kesesuaian tata ruang wilayah.

Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi NTT, proyek PLTAL di Larantuka diharapkan dapat selesai dan mulai beroperasi komersial paling lambat pada tahun 2028.

 

Editor : Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!