Kupang –
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) sekaligus Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Melki Laka Lena, menegaskan bahwa peringatan HUT ke-61 Partai Golkar bukan sekadar seremoni usia, melainkan momentum memperkuat semangat pengabdian dan pelayanan nyata kepada masyarakat.
Hal ini disampaikannya saat menghadiri doa syukur lintas agama yang menjadi puncak perayaan HUT Golkar di Kantor DPD I Golkar NTT, Senin (20/10). Kegiatan ini diisi doa bersama yang dipimpin oleh tokoh-tokoh lintas agama — Islam, Katolik, dan Protestan — sebagai simbol kuatnya persatuan dan semangat kebersamaan lintas iman yang menjadi ciri khas politik beringin di NTT.
“Golkar harus semakin membumi. Politik bagi Golkar bukan soal kekuasaan, tapi tentang pelayanan dan solusi bagi masyarakat,” ujar Melki di hadapan para kader dan tokoh senior partai.
Ia juga menyampaikan bahwa perayaan kali ini dirancang secara sederhana namun bermakna. Golkar NTT lebih memilih menampilkan kemeriahan melalui aksi nyata dan kegiatan sosial yang berdampak langsung, seperti pasar murah, lomba kreasi pangan lokal, hingga ziarah ke makam para sesepuh partai yang dilakukan sebelumnya.
“Saat rakyat sedang menghadapi berbagai tantangan, Golkar hadir membawa manfaat melalui solidaritas dan kerja nyata,” tambahnya.
Melki Laka Lena mendorong agar Kantor DPD I Golkar NTT hidup setiap hari, menjadi rumah kader dan pusat aktivitas sosial, olahraga, serta komunikasi publik — bukan sekadar aktif saat musim pemilu.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada para sesepuh dan kader senior, termasuk Pak JN Manafe yang tetap hadir dan aktif berkontribusi di usia 93 tahun. Menurut Melki, dedikasi dan semangat para pendahulu adalah inspirasi bagi kader muda untuk terus bergerak dan melayani dengan hati.
“Dengan menjaga kekompakan dan semangat gotong royong, saya yakin Golkar NTT akan terus tumbuh sebagai partai yang kuat, produktif, dan menjadi berkat bagi daerah serta bangsa,” pungkasnya.
Perayaan HUT ke-61 Partai Golkar di NTT tahun ini menjadi refleksi atas perjalanan panjang partai dan komitmen untuk tetap relevan menjawab kebutuhan masyarakat di tengah dinamika pembangunan daerah.
Editor : Boni Atolan

















