Malaka – 11-10-2025
SMPK St Isidorus Besikama dengan bangga menerima kembali empat siswa yang tergabung dalam skuad PS Malaka kategori U13 dan U15 setelah tampil di ajang tingkat regional NTT dan nasional. Kepala Sekolah Marselinus Seran, bersama staf guru dan komite sekolah, menyampaikan kebanggaannya atas prestasi yang diraih para siswa.
Keempat siswa yang berhasil menembus tim PS Malaka adalah:
1. Alfa Alessandro Dawa (U15)
2. Alexandro Rey Paulo Bria (U13)
3. Giovani Foligion Dawa (U13)
4. Yohanes Jerald Seni Abi (U13)
Marselinus Seran mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Malaka, SBS-HMS, atas dukungan dan perhatian besar terhadap pengembangan olahraga prestasi di Kabupaten Malaka. Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada pelatih muda PS Malaka, dr. Dhion Bria Seran, beserta jajaran official yang telah bekerja keras membimbing anak-anak Malaka hingga dapat berkompetisi di tingkat nasional.
Orang tua salah satu pemain, Minus Dawa, berharap agar pencapaian ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat berlanjut melalui pembentukan sekolah sepak bola khusus. Hal ini dianggap penting agar pembinaan pemain muda berjalan berkesinambungan dan terstruktur.
“Anak-anak Malaka yang berhasil bermain di tingkat nasional ini berasal dari desa-desa kecil, kemudian dikumpulkan dan dibina oleh pelatih selama lima bulan. Hasil positif ini menunjukkan bahwa anak-anak Malaka memiliki bakat alami yang hanya perlu diasah dengan pembinaan teratur dan terencana untuk terus meraih prestasi di masa mendatang,” ujar Minus Dawa.
Ketua Komite SMPK St Isidorus Besikama, Karlus Klau, menambahkan bahwa dukungan orang tua, guru olahraga, dan kepala sekolah selama pertandingan nasional sangat luar biasa dan memberikan dampak positif. “Dukungan orang tua sangat berperan, terutama pada aspek non-teknis. Rasa memiliki terhadap tim PS Malaka sangat tinggi, sehingga memicu semangat juang selama pertandingan,” kata Karlus Klau.
Dalam turnamen Piala Presiden di Surabaya, PS Malaka mencatat sejarah ketika berhasil menundukkan tim kuat Aceh dengan skor 3-0 di semifinal. Skor ini biasanya hanya tercapai lewat adu penalti, sehingga kemenangan ini menjadi momen bersejarah bagi tim.
Meski akhirnya PS Malaka kalah tipis 0-1 dari tim Kudus-Semarang di final, pencapaian ini tetap menjadi catatan penting. Tim Kudus dikenal memiliki pembinaan yang matang melalui sekolah sepak bola ternama dan bahkan mendatangkan pemain dari Portugal yang menjalani pelatihan sepak bola selama 1,5 tahun di sana.
Editor : Boni Atolan

















