Malaka, 30 September 2025 —
Pemerintah Kabupaten Malaka melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus melanjutkan program unggulan pengolahan lahan pertanian secara gratis bagi masyarakat. Hingga tanggal 29 September 2025, tercatat total 803,94 hektar lahan kering milik petani telah diolah menggunakan traktor besar (TR4), sebagai bagian dari pelaksanaan program “Pacul Tanah Gratis”.
Program ini menjadi salah satu prioritas utama dalam visi pemerintahan Bupati Stefanus Bria Seran dan Wakil Bupati Henri Melki Simu (SBS-HMS) yang fokus pada pembangunan sektor pertanian sebagai fondasi utama perekonomian rakyat. Seluruh biaya pengolahan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah, sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap peningkatan produktivitas pertanian dan pengurangan beban biaya produksi petani.
Pengolahan lahan telah berlangsung sejak 28 Agustus 2025, dengan melibatkan 29 unit traktor besar yang dikerahkan ke berbagai wilayah di 12 kecamatan. Setiap hari, kegiatan pengolahan dilakukan sesuai dengan jadwal dan permintaan petani yang dikoordinasikan secara teknis oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Malaka.
Sampai dengan laporan terakhir per 29 September, Kecamatan Malaka Barat mencatat jumlah lahan terbesar yang telah diolah, yaitu 169,23 hektar, diikuti oleh Kecamatan Weliman (141,83 ha), Wewiku (115,22 ha), Malaka Tengah (104,19 ha), dan Kobalima (68,67 ha). Beberapa wilayah, seperti Kobalima Timur, telah menyelesaikan seluruh target pengolahan sebelum akhir bulan.
Seluruh traktor lapangan berada dalam kondisi siap operasional, meskipun terdapat beberapa kendala kecil di lapangan, namun secara keseluruhan pelaksanaan kegiatan berjalan lancar dan terus menunjukkan hasil yang menggembirakan. Program ini dirancang untuk berlanjut hingga awal musim tanam yang diprediksi berlangsung pada Desember 2025, sehingga luas lahan yang diolah diperkirakan akan terus meningkat.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Malaka menunjukkan komitmen dalam membangun ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan. Dengan memberikan akses pengolahan lahan secara gratis, petani dapat segera memulai masa tanam dengan efisiensi yang lebih baik dan hasil panen yang lebih optimal, demi mendorong kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Himbauan Kepada Masyarakat dan Aparatur Desa
Pemerintah Kabupaten Malaka melalui Bupati dan Wakil Bupati menghimbau kepada seluruh camat, kepala desa, tokoh masyarakat, serta kelompok tani di setiap desa agar mengawal dan memastikan bahwa semua lahan yang telah diolah melalui program ini benar-benar ditanami dengan tanaman produktif.
Selanjutnya, kebun-kebun tersebut harus dirawat dan dijaga kebersihannya secara berkala, sehingga dapat memberikan hasil optimal dan berdampak langsung bagi kesejahteraan petani dan masyarakat desa secara luas.
Program “Pacul Tanah Gratis” bukan hanya soal membajak tanah, tetapi merupakan bagian dari gerakan bersama untuk menjadikan pertanian Malaka lebih produktif, mandiri, dan berdaya saing.
Editor: Boni Atolan

















