Atambua — Menjelang perayaan 75 tahun berdirinya Seminari Menengah Santa Maria Imakulata Lalian yang akan digelar pada September 2025, para alumnus angkatan ke-40 atau dikenal sebagai Lalian 40 kembali menunjukkan dukungan mereka dengan menyerahkan sumbangan tahap kedua untuk pembangunan aula seminari.

Dua perwakilan angkatan, Alfred Atidja dan Herry Klau, secara langsung menyerahkan sumbangan tersebut kepada Praeses Seminari Lalian, Romo Hironimus Masu, dan Prokurator Romo Vinsen Kolo, di kompleks seminari, Atambua.
“Kami datang mewakili teman-teman angkatan Lalian 40 yang karena kesibukan tidak dapat hadir bersama,” ujar Alfred.
Ia menjelaskan, sebelumnya angkatan 40 juga telah menyerahkan sumbangan tahap pertama sebagai bentuk komitmen mereka mendukung pembangunan fasilitas seminari. Sumbangan tahap kedua ini, lanjutnya, merupakan realisasi dari janji bersama, baik oleh anggota yang berkarya sebagai imam maupun awam, di dalam maupun luar negeri.
“Total sumbangan kami kali ini disesuaikan dengan angka angkatan, yaitu 40,” kata Alfred tanpa merinci jumlah nominalnya.
Pada kesempatan yang sama, Herry Klau menyampaikan bahwa setelah penyerahan sumbangan ini, angkatan 40 akan terus berkoordinasi agar bisa hadir dalam acara puncak syukuran ulang tahun seminari yang ke-75.
“Tinggal satu bulan lebih. Kami terus menjalin komunikasi agar bisa hadir bersama dalam perayaan ini, yang sekaligus akan menjadi momen reuni dan napak tilas masa pendidikan kami sekitar 30 tahun lalu,” ucap Herry.
Romo Hironimus Masu mengapresiasi perhatian dan cinta para alumnus terhadap almamater, yang diwujudkan melalui berbagai bentuk dukungan nyata dari tiap angkatan.
“Setiap saat kami menerima kunjungan dari berbagai angkatan yang membawa oko mama bagi seminari. Kami sangat bersyukur karena dukungan ini semakin menguatkan semangat kami menyambut syukuran 75 tahun,” ujar Romo Hiro.
Ia juga menyampaikan terima kasih khusus kepada angkatan 40 atas komitmen dan kepedulian yang telah ditunjukkan, serta berharap seluruh alumnus dapat hadir dalam syukuran dan mengenang kembali perjalanan hidup mereka sebagai calon imam di lembaga pendidikan ini. **

















