TANJUNGPINANG, Radar Perbatasan.com – Pesta olahraga terakbar se-Provinsi Kepulauan Riau, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kepri 2026, siap menghentak Kota Tanjungpinang pada 1-8 November 2026. Ajang multievent bergengsi ini bakal dibuka secara megah di Tugu Sirih dan ditutup secara resmi di Stadion Gelora Sri Tri Buana, Dompak.
Sebagai tuan rumah, Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungpinang telah mengamankan alokasi anggaran sebesar Rp3,5 miliar melalui APBD. Dikelola langsung oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), dana tersebut difokuskan untuk efisiensi penyelenggaraan, pengadaan sarana-prasarana, serta pemenuhan komitmen utama sebagai penyelenggara yang sukses.
Batam Menggebrak, Bintan dan Karimun Mengancam
Persaingan sengit sudah terasa bahkan sebelum obor Porprov dinyalakan. Kota Batam tampil luar biasa dengan menggelontorkan dana hibah pembinaan mencapai Rp9 miliar melalui KONI Batam. Anggaran fantastis ini dialokasikan khusus untuk pemusatan latihan (training center) dan kebutuhan cabang olahraga. Tak tanggung-tanggung, Batam siap menurunkan 595 hingga 620 personel (atlet, pelatih, dan ofisial) yang akan berlaga di sekitar 30 cabor demi mengamankan tahta juara umum.
Ancaman serius datang dari Kabupaten Bintan. Dispora Bintan mengucurkan anggaran senilai Rp2,25 miliar untuk memboyong kontingennya bertanding di 27 cabor unggulan. Mengandalkan seleksi ketat berbasis potensi medali, Bintan mematok target realistis namun ambisius: menembus posisi tiga besar klasemen medali.
Sementara itu, Kabupaten Karimun tak mau kalah gertak. Melalui KONI Karimun, Pemkab Karimun menyiapkan sokongan dana sebesar Rp3,5 miliar guna memastikan seluruh atletnya bertarung dalam kondisi puncak.
Efisiensi Anambas, Natuna, dan Trik Pantang Menyerah Lingga
Peta kekuatan dari wilayah kepulauan juga tak kalah menarik untuk dicermati:
• Kabupaten Natuna: Mengamankan suntikan dana sebesar Rp850 juta melalui APBD Perubahan untuk mendukung operasional KONI dan kontingen.
• Kabupaten Kepulauan Anambas: Mengucurkan total Rp800 juta melalui KONI. Dari jumlah tersebut, porsi terbesar (sekitar 80%) dialokasikan khusus untuk persiapan hingga kompetisi Porprov, sementara sisanya digunakan untuk operasional rutin organisasi.
• Kabupaten Lingga: Meski tampil dengan anggaran paling efisien sebesar Rp220 juta, semangat kontingen Lingga tak sedikit pun surut. Sempat berencana hanya mengikuti 7 cabor akibat keterbatasan dana, Lingga berhasil melakukan optimalisasi hingga mampu menerjunkan 238 personel untuk berlaga di 18 cabor.
Dukungan finansial dan semangat juang dari seluruh kabupaten/kota ini dipastikan membuat Porprov VI Kepri 2026 di Tanjungpinang berlangsung sengit, penuh gengsi, dan sarat drama perebutan medali.
Editor/Penulis: Budi Adriansyah

















