Maumere, Sikka. Radar Perbatasan.Com
Anggota DPR-RI sekaligus MPR-RI Daerah Pemilihan (Dapil) NTT I, Melchias Markus Mekeng, menggelar acara Sosialisasi 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di SMP PGRI 1 Egon, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Kamis (6/8/2026). Kehadiran legislator asal NTT tersebut disambut hangat oleh pihak sekolah, tokoh masyarakat, serta ratusan siswa sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WITA.
Penyambutan Semarak Berbalut Adat Sikka
Kedatangan rombongan di gerbang sekolah diawali dengan prosesi pengalungan selendang dan ritual huler wair yang dipimpin langsung oleh Kepala SMP PGRI 1 Egon, Irene Sidok, S.Pd. Acara kemudian dilanjutkan dengan sapaan adat oleh Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan, Vinsensius Sebastianus, S.Pd.
Suasana semakin meriah saat 150 penari dari SMP PGRI 1 Egon menyajikan pertunjukan seni tradisi. Rangkaian diawali dengan Tarian Papak Mundur dan Tarian Papak Pengapit dari halaman depan menuju halaman tengah sekolah, lalu ditutup dengan aksi heroik Tarian Tua Reta Lo’u yang diiringi tabuhan alat musik tradisional gong waning.
Menjaga Ideologi Bangsa Lewat 4 Pilar
Dalam pemaparan sosialisasi, Melchias Markus Mekeng menegaskan pentingnya menggaungkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) secara konsisten dari generasi ke generasi. Menurutnya, pemahaman 4 Pilar merupakan agenda mendasar MPR untuk memastikan ideologi negara tidak mudah dirongrong oleh provokasi yang berpotensi memecah belah bangsa.
“Pancasila harus tetap diingat dari generasi sekarang, sampai ke anak cucu, bahkan sampai mati,” tegasnya di hadapan para peserta sosialisasi.
Aspirasi Sekolah:
Ketiadaan Laboratorium Komputer dan Alat Drumband
Pada sesi penyerapan aspirasi, Kepala SMP PGRI 1 Egon, Irene Sidok, S.Pd., memaparkan profil serta tantangan utama yang dihadapi sekolah. Salah satu kebutuhan paling mendesak saat ini adalah ketiadaan fasilitas laboratorium komputer.
Keterbatasan ini berdampak langsung pada pelaksanaan Asesmen Nasional, seperti Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang berbasis daring.
Selama ini, sekolah terpaksa meminjam laptop milik para guru dan orang tua siswa. Ketiadaan perangkat juga membuat mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) hanya bisa diajarkan sebatas teori tanpa praktik.
Aspirasi mengenai kebutuhan laboratorium komputer tersebut turut diperkuat oleh Ketua OSIS SMP PGRI 1 Egon, Claudia Pratiwi Raga, saat berdialog langsung dengan Melchias.
Menjawab keluhan tersebut, Melchias Markus Mekeng berkomitmen penuh untuk memperjuangkan dan mewujudkan kerinduan para guru dan siswa akan hadirnya laboratorium komputer di sekolah tersebut.
Tidak hanya itu, momen unik terjadi ketika Luki, seorang siswa kelas 8, secara polos menyampaikan keinginannya agar sekolah memiliki peralatan drum band. Permintaan tersebut langsung disambut hangat dan disanggupi di tempat.
“Ya, kalau drum band saya siap beliin,” ujar Melchias yang disambut tepuk tangan riuh para siswa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sikka, Gorgonius Nago Bapa. Ia menegaskan dukungan politiknya terhadap langkah nyata pembinaan masyarakat di daerah.
“Partai Golkar hadir untuk berkarya, sehingga aspirasi yang disampaikan siap untuk diwujudkan,” pungkas Gorgonius.
Yuven Fernandez

















