banner 728x250

Catatan Pinggir: Kampus Harus Tetap Menjadi Rumah Ilmu, Bukan Ruang Ketakutan –  Oleh: Very Awales Alumni FISIP Universitas Nusa Cendana Kupang

banner 120x600
banner 468x60

Saya mengikuti dinamika yang berkembang di Universitas Nusa Cendana terkait viralnya video seorang mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat. Sebagai alumni Undana, saya tidak ingin melihat persoalan ini hanya dari sudut emosi atau keberpihakan kepada salah satu pihak. Yang lebih penting adalah bagaimana peristiwa ini menjadi momentum untuk memperkuat budaya akademik yang sehat.

Universitas adalah rumah besar bagi lahirnya ilmu pengetahuan, karakter, dan kepemimpinan. Reputasi sebuah perguruan tinggi tidak hanya dibangun oleh prestasi akademik, tetapi juga oleh hubungan yang saling menghormati antara dosen, mahasiswa, dan seluruh sivitas akademika. Karena itu, setiap persoalan yang muncul harus disikapi dengan kepala dingin, mengedepankan fakta, etika, dan mekanisme yang berlaku.

banner 325x300

Saya mengapresiasi langkah pimpinan Universitas Nusa Cendana yang memberikan penjelasan kepada publik melalui konferensi pers. Keterbukaan merupakan bagian penting dari akuntabilitas institusi. Namun, penjelasan kepada publik hendaknya diikuti dengan proses pemeriksaan yang objektif, adil, dan transparan sehingga tidak ada pihak yang merasa diabaikan ataupun dihakimi sebelum proses selesai.

Di sisi lain, dosen memiliki tanggung jawab moral sebagai pendidik dan teladan. Profesionalisme, empati, serta kemampuan membimbing mahasiswa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tugas seorang akademisi. Sebaliknya, mahasiswa juga memiliki kewajiban menjunjung etika, menghormati dosen, menjaga tata krama akademik, dan menyampaikan keberatan melalui jalur yang benar apabila menghadapi persoalan.

Era digital membuat setiap peristiwa dengan cepat menjadi konsumsi publik. Oleh karena itu, kehati-hatian dalam bertindak dan berkomunikasi menjadi tanggung jawab bersama. Penyelesaian masalah melalui dialog dan mekanisme institusi akan jauh lebih bermanfaat daripada saling menyerang di ruang publik.

Saya percaya Undana memiliki kapasitas dan kedewasaan untuk menyelesaikan persoalan ini secara bermartabat. Kampus yang besar bukanlah kampus yang tidak pernah menghadapi masalah, melainkan kampus yang mampu menyelesaikan setiap persoalan dengan menjunjung tinggi keadilan, integritas, dan nilai-nilai akademik.
Sebagai alumni FISIP Undana, saya berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bersama. Dosen perlu terus memperkuat profesionalisme dan pendekatan yang humanis, sementara mahasiswa perlu memperkuat etika, tanggung jawab, serta budaya dialog. Dengan demikian, ruang akademik akan tetap menjadi tempat yang aman untuk belajar, berdiskusi, dan bertumbuh.

Pada akhirnya, tidak ada pihak yang benar-benar menang apabila kepercayaan terhadap kampus menjadi korban. Yang harus dijaga adalah marwah Universitas Nusa Cendana sebagai kawah candradimuka yang melahirkan sumber daya manusia unggul bagi Nusa Tenggara Timur dan Indonesia. **

banner 325x300
error: Content is protected !!