Atambua –
Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan dan Program Studi Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Timor (UNIMOR), melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pemberdayaan Ekonomi Desa Melalui Pengelolaan Potensi Hasil Bumi dan Pengembangan Program BUMDes” di Desa Tohe Leten, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, wilayah perbatasan Republik Indonesia–Timor Leste.
Program ini bertujuan menggali sekaligus mengembangkan potensi ekonomi lokal sebagai fondasi penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Melalui observasi lapangan dan wawancara langsung bersama masyarakat, mahasiswa mengidentifikasi komoditas unggulan yang selama ini menjadi sumber penghidupan utama warga.
Ketua Koordinator PKM, Raynardus Oemanas, menjelaskan bahwa tim mahasiswa turun langsung ke tengah masyarakat untuk berdialog dan menggali informasi mengenai potensi hasil bumi yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui BUMDes.
“Kami turun langsung ke masyarakat untuk mengetahui komoditas apa yang paling banyak dihasilkan warga. Dari hasil wawancara, masyarakat menyampaikan bahwa komoditas unggulan Desa Tohe Leten adalah kacang tanah, kacang hijau, dan kemiri. Potensi ini memiliki nilai ekonomi yang besar apabila dikelola secara baik melalui BUMDes, sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Raynardus melalui pesan WhatsApp, Sabtu (1/8/2026).
PKM yang melibatkan delapan mahasiswa ini tidak hanya berfokus pada pemetaan potensi desa, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan hasil bumi secara berkelanjutan. Mahasiswa mendorong agar komoditas lokal tidak lagi dipasarkan hanya sebagai bahan mentah, melainkan diolah menjadi produk bernilai tambah melalui proses pengolahan, pengemasan, pemasaran, serta penguatan kelembagaan ekonomi desa.
Menurut Raynardus, pengembangan potensi lokal berbasis BUMDes merupakan salah satu strategi yang mampu menciptakan kemandirian ekonomi desa sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Dengan pengelolaan yang profesional dan inovatif, komoditas unggulan Desa Tohe Leten diyakini dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan.
“Kami berharap BUMDes tidak hanya menjadi lembaga usaha desa di atas kertas, tetapi benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat yang mampu mengelola potensi lokal secara produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Kegiatan ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Selain memberikan pengalaman lapangan bagi mahasiswa, hasil PKM diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi Pemerintah Desa Tohe Leten dalam merancang program pemberdayaan ekonomi yang berbasis pada potensi lokal.
Melalui sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat, potensi hasil bumi seperti kacang tanah, kacang hijau, dan kemiri diharapkan mampu berkembang menjadi produk unggulan desa yang memiliki daya saing, memperkuat perekonomian lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan RI–Timor Leste.
Editor: Jery Manek

















